Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kebijakan pembangunan daerah Kota Bengkulu menggunakan pendekatan analisis SWOT pada periode 2020–2024. Latar belakang penelitian adalah perlunya strategi pembangunan yang tepat dan berkelanjutan di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat, keterbatasan infrastruktur, serta kebutuhan optimalisasi potensi Kota Bengkulu sebagai ibukota provinsi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi berjumlah 40 responden dari aparatur BAPPEDA dan OPD terkait, akademisi, serta pemangku kepentingan yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui matriks IFAS, EFAS, diagram posisi SWOT, dan matriks strategi SWOT. Instrumen dinyatakan valid (seluruh item r hitung > r tabel 0,312) dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,883). Hasil penelitian menunjukkan: (1) faktor kekuatan (skor IFAS = 2,025) lebih besar dari kelemahan (skor IFAS = 1,724), dengan selisih positif 0,301; (2) faktor peluang (skor EFAS = 2,047) lebih besar dari ancaman (skor EFAS = 1,680), dengan selisih positif 0,366; (3) posisi strategi berada pada Kuadran I sehingga strategi yang paling tepat adalah strategi SO (Strengths–Opportunities), yang mencakup optimalisasi potensi ekonomi daerah, penyelarasan program dengan dukungan pemerintah pusat, pemanfaatan teknologi dalam perencanaan pembangunan, dan peningkatan promosi investasi berbasis data.
Copyrights © 2026