Perkembangan media sosial telah mentransformasi fungsinya tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media strategis untuk membangun personal branding. Salah satu fenomena yang berkembang adalah penggunaan fitur Facebook Professional Mode oleh konten kreator, termasuk akun "Bang Ikhsan" yang aktif membagikan konten edukasi dan hiburan di Kabupaten Kolaka Timur. Akun ini telah berhasil menghimpun lebih dari 96.000 pengikut dalam kurun waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal branding yang dilakukan oleh pengguna akun Facebook "Bang Ikhsan" melalui fitur Professional Mode. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik akun dan tujuh followers, serta dokumentasi konten yang diunggah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Bang Ikhsan terbentuk melalui penerapan delapan konsep personal branding Peter Montoya (2002), yaitu specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, dan goodwill. Pemanfaatan fitur Professional Mode mendukung peningkatan jangkauan konten, interaksi dengan audiens, serta penguatan identitas sebagai figur edukatif di bidang keselamatan berlalu lintas. Bang Ikhsan dinilai memiliki karakter yang konsisten, autentik, dan komunikatif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Facebook Professional Mode yang didukung konsistensi konten, keaslian karakter, dan nilai edukatif mampu membangun personal branding yang kuat serta meningkatkan kepercayaan publik.
Copyrights © 2026