WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan yang berpotensi menyimpan artefak penting dalam investigasi forensik digital. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode National Institute of Justice (NIJ) untuk menginvestigasi artefak WhatsApp pada skenario simulasi penipuan yang mengatasnamakan Bank BRI. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus forensik digital berbasis simulasi pada perangkat Samsung J2 Android 5.1.1 dalam kondisi root dengan WhatsApp versi 2.26.23.73. Artefak target terdiri atas 20 pesan teks, 10 pesan suara, 4 foto, 4 video, dan 2 tautan palsu yang dihapus dari antarmuka aplikasi. Proses investigasi dilakukan melalui tahapan identification, collection, examination, analysis, dan reporting menggunakan MOBILedit Forensic Express v10.1, Autopsy v4.19.3, dan FTK Imager v4.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 dari 40 artefak berhasil ditemukan kembali dengan tingkat recovery 65%. Perbandingan tools menunjukkan MOBILedit Forensic menemukan 21 artefak atau 52,5%, Autopsy 20 artefak atau 50%, dan FTK Imager 12 artefak atau 30%. Temuan per tools tidak dijumlahkan sebagai artefak unik karena berpotensi tumpang tindih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode NIJ dapat digunakan secara sistematis dalam investigasi artefak WhatsApp terhapus.
Copyrights © 2026