Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui penerapan pola asuh. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kader Posyandu Melati 6, masih ditemukan orang tua yang mengalami kesulitan dalam menangani perilaku picky eater pada anak. Sebagian orang tua masih menerapkan cara yang kurang tepat, seperti memberikan makanan sesuai keinginan anak atau mengganti dengan makanan cepat saji. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pemenuhan gizi anak dan menyebabkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan picky eater melalui program psikoedukasi sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kader Posyandu Melati 6, serta pemberian kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Psikoedukasi dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pemberian strategi praktis mengenai penerapan pola asuh positif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari sebelas peserta yang memiliki data lengkap, empat peserta mengalami peningkatan pengetahuan, dua peserta mempertahankan skor yang sama, dan lima peserta mengalami penurunan skor. Meskipun demikian, sebagian besar peserta telah memiliki tingkat pengetahuan awal dalam kategori baik sehingga perubahan skor setelah intervensi relatif terbatas. Berdasarkan hasil kegiatan, program psikoedukasi memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai penanganan picky eater serta mendukung penerapan praktik pemberian makan yang tepat sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada balita.
Copyrights © 2026