Kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas masih tinggi di Provinsi Gorontalo, sementara layanan perlindungan belum menjangkau masyarakat secara merata, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berbasis teknologi yang mempercepat pelaporan sekaligus memperluas akses layanan bagi kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji kelayakan prototipe platform digital terpadu InclusiveHub sebagai sarana perlindungan bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) melalui empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, konstruksi program, dan pengujian. Perancangan mengacu pada kajian literatur terhadap sistem perlindungan yang sudah ada, kemudian dituangkan ke dalam rancangan basis data, arsitektur sistem, dan antarmuka berbasis user-centered design. Kelayakan prototipe diuji melalui black box testing pada dua belas skenario fungsional, disertai pemeriksaan keamanan, kompatibilitas peramban, dan usability secara heuristik. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur inti, seperti autentikasi, pengelolaan pengaduan, dan tombol darurat berbasis lokasi, berfungsi sesuai rancangan. Keamanan data terjaga melalui enkripsi kata sandi, pencegahan SQL injection dengan prepared statement, dan proteksi CSRF, sedangkan fitur utama terbukti kompatibel dengan berbagai peramban modern. Temuan ini menunjukkan InclusiveHub berpotensi menjadi alternatif pelaporan yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau dibandingkan mekanisme konvensional. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan pengguna akhir, khususnya penyandang disabilitas, untuk menguji efektivitas platform secara lebih menyeluruh.
Copyrights © 2026