Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Komunikasi Efektif Di Tempat Penerimaan Pasien Tentang Hak Dan Kewajiban Pasien Di Puskesmas Limboto Barat Merlin Abd. Rahman; Moh. Ichsan Arifin Antu; Lexsha Maharani W. Usman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1851

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang berperan dalam menyampaikan informasi secara jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh pasien, termasuk informasi mengenai hak dan kewajiban pasien. Penerapan komunikasi efektif di tempat penerimaan pasien diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pasien terhadap hak dan kewajibannya sehingga mendukung mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan observasi awal di Puskesmas Limboto Barat masih ditemukan pasien yang belum mengetahui hak dan kewajibannya karena informasi tersebut belum disampaikan secara optimal oleh petugas pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi efektif di tempat penerimaan pasien tentang hak dan kewajiban pasien di Puskesmas Limboto Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 5 orang yang terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas telah menerapkan komunikasi efektif melalui sikap ramah, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta pelayanan yang sopan. Namun, penyampaian informasi mengenai hak dan kewajiban pasien belum dilakukan secara konsisten sehingga masih terdapat pasien yang belum memahami informasi tersebut secara menyeluruh. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi efektif telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan konsistensi penyampaian informasi, penyediaan media edukasi, pelatihan komunikasi bagi petugas, serta evaluasi berkala untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap hak dan kewajibannya.
Perancangan Platform Digital Terpadu Perlindungan Perempuan, Anak, dan Penyandang Disabilitas Berbasis InclusiveHub Citra Rahayu Duran; Merlin Abd. Rahman; Moh. Ichsan Arifin Antu
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1921

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas masih tinggi di Provinsi Gorontalo, sementara layanan perlindungan belum menjangkau masyarakat secara merata, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berbasis teknologi yang mempercepat pelaporan sekaligus memperluas akses layanan bagi kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji kelayakan prototipe platform digital terpadu InclusiveHub sebagai sarana perlindungan bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) melalui empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, konstruksi program, dan pengujian. Perancangan mengacu pada kajian literatur terhadap sistem perlindungan yang sudah ada, kemudian dituangkan ke dalam rancangan basis data, arsitektur sistem, dan antarmuka berbasis user-centered design. Kelayakan prototipe diuji melalui black box testing pada dua belas skenario fungsional, disertai pemeriksaan keamanan, kompatibilitas peramban, dan usability secara heuristik. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur inti, seperti autentikasi, pengelolaan pengaduan, dan tombol darurat berbasis lokasi, berfungsi sesuai rancangan. Keamanan data terjaga melalui enkripsi kata sandi, pencegahan SQL injection dengan prepared statement, dan proteksi CSRF, sedangkan fitur utama terbukti kompatibel dengan berbagai peramban modern. Temuan ini menunjukkan InclusiveHub berpotensi menjadi alternatif pelaporan yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau dibandingkan mekanisme konvensional. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan pengguna akhir, khususnya penyandang disabilitas, untuk menguji efektivitas platform secara lebih menyeluruh.
Faktor-Faktor Penyebab Penundaan Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Gorontalo Nelsa Suriani Pakaji; Moh. Ichsan Arifin Antu; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1958

Abstract

Penundaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi persoalan yang dihadapi Rumah Sakit Islam Gorontalo, di mana berkas klaim pasien rawat inap sering terlambat sehingga berdampak pada kinerja keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab penundaan klaim JKN pasien rawat inap ditinjau dari unsur manajemen 5M, yaitu man, machine, money, material, dan method. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lima informan yang dipilih secara purposive sampling, yaitu kepala rekam medis, verifikator BPJS, petugas coder, petugas casemix, dan petugas rekam medis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah petugas klaim sudah mencukupi, namun beban kerja koding masih tinggi karena jumlah coder belum sebanding dengan volume kunjungan pasien. Dari segi machine, rumah sakit telah memiliki SIMRS, aplikasi I-Claim, serta ICD-10 dan ICD-9 yang belum sepenuhnya bridging, ditambah jaringan internet yang belum stabil. Faktor money mendukung kelancaran klaim, sedangkan faktor material, khususnya keterlambatan hasil laboratorium dan radiologi, menjadi faktor paling dominan penghambat klaim. Dari segi method, SOP dan alur klaim tersusun baik, namun konsistensi pelaksanaannya perlu diperkuat. Secara keseluruhan, penundaan klaim JKN lebih dipengaruhi faktor man, machine, dan material, sedangkan money dan method cukup mendukung kelancaran klaim.