Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pengguna Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan di RS Sitti Khadijah Aisyiyah Kota Gorontalo Ahmad Fauzi Domili; Moh Ichsan Arifin Antu; Merlin Abd. Rahman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i10.2905

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan salah satu inovasi penting dalam meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan di rumah sakit. Meskipun sistem ini telah digunakan secara luas, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada tingkat kepuasan pengguna. Di RS Sitti Khadijah Aisyiyah Kota Gorontalo, sistem RME rawat jalan telah diterapkan sejak tahun 2022, namun observasi awal menunjukkan masih terdapat kendala pada aspek keakuratan data dan tampilan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem RME rawat jalan serta menganalisis pengaruh lima dimensi sistem terhadap kepuasan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, melibatkan seluruh populasi pengguna RME rawat jalan sebanyak 51 orang, yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan lima dimensi metode End User Computing Satisfaction (EUCS), yaitu content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sangat puas, dengan persentase tertinggi pada dimensi content dan accuracy (96%). Seluruh dimensi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan content sebagai faktor dominan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem RME rawat jalan di RS Sitti Khadijah Aisyiyah telah memenuhi ekspektasi pengguna dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih optimal.
Penerapan Komunikasi Efektif Di Tempat Penerimaan Pasien Tentang Hak Dan Kewajiban Pasien Di Puskesmas Limboto Barat Merlin Abd. Rahman; Moh. Ichsan Arifin Antu; Lexsha Maharani W. Usman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1851

Abstract

Komunikasi efektif merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang berperan dalam menyampaikan informasi secara jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh pasien, termasuk informasi mengenai hak dan kewajiban pasien. Penerapan komunikasi efektif di tempat penerimaan pasien diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pasien terhadap hak dan kewajibannya sehingga mendukung mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan observasi awal di Puskesmas Limboto Barat masih ditemukan pasien yang belum mengetahui hak dan kewajibannya karena informasi tersebut belum disampaikan secara optimal oleh petugas pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan komunikasi efektif di tempat penerimaan pasien tentang hak dan kewajiban pasien di Puskesmas Limboto Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 5 orang yang terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas telah menerapkan komunikasi efektif melalui sikap ramah, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta pelayanan yang sopan. Namun, penyampaian informasi mengenai hak dan kewajiban pasien belum dilakukan secara konsisten sehingga masih terdapat pasien yang belum memahami informasi tersebut secara menyeluruh. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi efektif telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan konsistensi penyampaian informasi, penyediaan media edukasi, pelatihan komunikasi bagi petugas, serta evaluasi berkala untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap hak dan kewajibannya.
Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Di RSUD Toto Kabila Merlin Abd. Rahman; Siti Nur Fadila Umar; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1855

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sistem berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan proses pelayanan, administrasi, dan pengelolaan data rumah sakit sehingga mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan mutu pelayanan kesehatan. Implementasi SIMRS di RSUD Toto Kabila telah diterapkan dalam pelayanan rumah sakit, namun berdasarkan observasi awal masih ditemukan beberapa kendala, seperti gangguan jaringan, belum optimalnya pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta keterbatasan kemampuan pengguna dalam mengoperasikan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SIMRS di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Informan dipilih menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 5 orang yang terdiri dari informan kunci, informan utama, dan informan tambahan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sumber daya manusia masih dipengaruhi oleh kompetensi pengguna dan pelaksanaan pelatihan yang belum merata. Faktor organisasi telah didukung kebijakan dan manajemen, namun pelaksanaan SOP belum konsisten. Faktor teknologi masih menghadapi kendala jaringan, proses loading sistem, dan kecepatan akses. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIMRS telah berjalan cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan kompetensi pengguna, penguatan pelaksanaan SOP, peningkatan kualitas jaringan, evaluasi berkala, serta pengembangan sistem agar implementasi SIMRS dapat mendukung pelayanan rumah sakit secara optimal dan berkelanjutan.  
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketepatan Koding INA-CBGS Pada Rekam Medis Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Gorontalo Tahun 2026 Risandi Abdullah; Riska Ahmad; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1919

Abstract

Ketepatan koding INA-CBGs merupakan salah satu aspek penting dalam proses klaim pelayanan kesehatan karena berpengaruh terhadap ketepatan tarif dan kualitas data rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan koding INA-CBGs pada rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Islam Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi koder, kelengkapan rekam medis, kelengkapan dan spesifikasi diagnosis pada rekam medis elektronik, serta sistem pendukung koding merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan koding INA-CBGs. Kompetensi koder yang baik, dokumentasi rekam medis yang lengkap, diagnosis yang jelas dan spesifik, serta tersedianya pedoman dan aplikasi pendukung berkontribusi dalam menghasilkan pengodean yang akurat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat faktor tersebut saling mendukung dalam mewujudkan ketepatan koding INA-CBGs sehingga kualitas data dan proses klaim rumah sakit dapat dipertahankan.
Perancangan Platform Digital Terpadu Perlindungan Perempuan, Anak, dan Penyandang Disabilitas Berbasis InclusiveHub Citra Rahayu Duran; Merlin Abd. Rahman; Moh. Ichsan Arifin Antu
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1921

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas masih tinggi di Provinsi Gorontalo, sementara layanan perlindungan belum menjangkau masyarakat secara merata, terutama di wilayah pedesaan. Kondisi ini mendorong perlunya solusi berbasis teknologi yang mempercepat pelaporan sekaligus memperluas akses layanan bagi kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji kelayakan prototipe platform digital terpadu InclusiveHub sebagai sarana perlindungan bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) melalui empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, konstruksi program, dan pengujian. Perancangan mengacu pada kajian literatur terhadap sistem perlindungan yang sudah ada, kemudian dituangkan ke dalam rancangan basis data, arsitektur sistem, dan antarmuka berbasis user-centered design. Kelayakan prototipe diuji melalui black box testing pada dua belas skenario fungsional, disertai pemeriksaan keamanan, kompatibilitas peramban, dan usability secara heuristik. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur inti, seperti autentikasi, pengelolaan pengaduan, dan tombol darurat berbasis lokasi, berfungsi sesuai rancangan. Keamanan data terjaga melalui enkripsi kata sandi, pencegahan SQL injection dengan prepared statement, dan proteksi CSRF, sedangkan fitur utama terbukti kompatibel dengan berbagai peramban modern. Temuan ini menunjukkan InclusiveHub berpotensi menjadi alternatif pelaporan yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau dibandingkan mekanisme konvensional. Penelitian lanjutan disarankan melibatkan pengguna akhir, khususnya penyandang disabilitas, untuk menguji efektivitas platform secara lebih menyeluruh.
Analisis Kepatuhan Regulasi Pemusnahan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daereh Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango Sasmitha Ubadila Natsir; Gladis A. Ismail; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1953

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting yang harus dikelola sesuai regulasi, termasuk pada tahap retensi dan pemusnahan setelah dokumen tidak lagi memiliki nilai guna. Pengelolaan yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan penumpukan arsip, kerusakan dokumen, hingga risiko kebocoran informasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pelaksanaan pemusnahan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian berjumlah 5 orang yang terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Toto Kabila telah memiliki SOP pemusnahan dan SK Direktur tentang pembentukan tim retensi dan pemusnahan, namun jadwal retensi arsip belum diperbaharui. Prosedur retensi berupa pemisahan dokumen aktif-inaktif dan penilaian nilai guna telah berjalan, tetapi masa retensi lima tahun yang digunakan belum selaras dengan ketentuan masa simpan rekam medis elektronik selama 25 tahun. Pelaksanaan pemusnahan menunjukkan kepatuhan pada aspek kelembagaan, namun ditemukan inkonsistensi metode pemusnahan antar sesi observasi. Dokumentasi pemusnahan tergolong lengkap, meski pelaporan hasil pemusnahan kepada pihak eksternal belum tergali mendalam. Secara keseluruhan, kepatuhan RSUD Toto Kabila terhadap regulasi pemusnahan dokumen rekam medis berada pada kategori kepatuhan sebagian (partial compliance). Rumah sakit disarankan memperbaharui jadwal retensi arsip, menstandarkan metode pemusnahan, dan memperkuat pelaporan eksternal guna mendukung tata kelola rekam medis yang lebih baik.
Faktor-Faktor Penyebab Penundaan Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Gorontalo Nelsa Suriani Pakaji; Moh. Ichsan Arifin Antu; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1958

Abstract

Penundaan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi persoalan yang dihadapi Rumah Sakit Islam Gorontalo, di mana berkas klaim pasien rawat inap sering terlambat sehingga berdampak pada kinerja keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab penundaan klaim JKN pasien rawat inap ditinjau dari unsur manajemen 5M, yaitu man, machine, money, material, dan method. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lima informan yang dipilih secara purposive sampling, yaitu kepala rekam medis, verifikator BPJS, petugas coder, petugas casemix, dan petugas rekam medis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah petugas klaim sudah mencukupi, namun beban kerja koding masih tinggi karena jumlah coder belum sebanding dengan volume kunjungan pasien. Dari segi machine, rumah sakit telah memiliki SIMRS, aplikasi I-Claim, serta ICD-10 dan ICD-9 yang belum sepenuhnya bridging, ditambah jaringan internet yang belum stabil. Faktor money mendukung kelancaran klaim, sedangkan faktor material, khususnya keterlambatan hasil laboratorium dan radiologi, menjadi faktor paling dominan penghambat klaim. Dari segi method, SOP dan alur klaim tersusun baik, namun konsistensi pelaksanaannya perlu diperkuat. Secara keseluruhan, penundaan klaim JKN lebih dipengaruhi faktor man, machine, dan material, sedangkan money dan method cukup mendukung kelancaran klaim.
Analisis Terhadap Perlindungan Data Rekam Medis Elektronik (RME) Di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo Sri Mutiarawati Nango; Riska Ahmad; Merlin Abd. Rahman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1983

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan mutu, efektivitas, dan efisiensi pelayanan. Di sisi lain, penerapan RME menimbulkan tantangan dalam perlindungan data pribadi pasien karena informasi yang tersimpan bersifat rahasia dan memiliki nilai hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Rekam Medis Elektronik serta perlindungan data pasien di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo berdasarkan aspek hukum dan implementasinya di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas informan kunci, informan utama, dan informan tambahan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie telah dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2022 dan telah diterapkan secara luas pada tahun 2025 menggunakan aplikasi SIMGOS yang terintegrasi. Perlindungan data dilakukan melalui pembatasan hak akses sesuai tugas dan kewenangan pengguna, penggunaan akun pribadi berupa username dan password, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaksanaan backup data secara berkala, serta pengawasan oleh tim teknologi informasi. Kendala yang dihadapi meliputi gangguan jaringan, gangguan sistem, serta perlunya peningkatan pemahaman sebagian petugas mengenai keamanan informasi. Upaya yang dilakukan rumah sakit antara lain penguatan sistem keamanan, pelatihan dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan, monitoring penggunaan sistem, serta evaluasi berkala. Berdasarkan hasil penelitian, belum ditemukan kebocoran data rekam medis yang signifikan. Secara keseluruhan, penerapan perlindungan data Rekam Medis Elektronik di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie telah berjalan dengan baik dan telah mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, meskipun masih diperlukan penyempurnaan terhadap infrastruktur teknologi informasi, digitalisasi seluruh dokumen pelayanan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung keamanan data secara optimal.
Analisis Angka Kematian Pasien Dengan Penyakit Kronis Berdasarkan Kelengkapan Rekam Medis Di Rumah Sakit Islam Kota Gorontalo Siti Nur Raisya Umar; Merlin Abd. Rahman; Riska Ahmad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2014

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan dengan insidensi yang terus meningkat, sehingga kelengkapan rekam medis menjadi esensial untuk menghasilkan data mortalitas yang akurat sebagai bahan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kematian pasien penyakit kronis berdasarkan tingkat kelengkapan rekam medis di Rumah Sakit Islam Gorontalo pada periode 2023–2025. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap populasi 54 berkas rekam medis pasien meninggal dunia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar checklist, pendokumentasian, dan wawancara, untuk selanjutnya dianalisis melalui perhitungan indikator Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR). Berdasarkan data hasil penelitian, terjadi tren peningkatan kematian dari 8 kasus (2023) menjadi 29 kasus (2025), dengan nilai GDR dan NDR masing-masing sebesar 7,29‰, yang mana masih memenuhi standar ideal Kementerian Kesehatan. Meskipun demikian, observasi dokumen menunjukkan kelengkapan rekam medis belum optimal; ditemukan 51,9% (28 berkas) tidak memiliki sertifikat kematian dan 11,1% (6 berkas) catatan perkembangan pasien tidak lengkap. Kesimpulannya, meski angka mortalitas memenuhi standar nasional, peningkatan absolut jumlah kematian dan ketidaklengkapan dokumen kritis dapat mendistorsi evaluasi pelayanan, sehingga pengawasan terhadap kepatuhan pengisian rekam medis oleh tenaga kesehatan perlu diperketat.