Budaya Minangkabau memiliki kekayaan visual yang kuat, terutama pada arsitektur Rumah Gadang, alat musik tradisional, dan ornamen ukiran sarat makna filosofis. Namun, representasi digitalnya dalam bentuk aset 3D masih sering bersifat statis, dengan rigging yang kaku serta tekstur yang belum merepresentasikan material asli secara optimal. Penelitian ini bertujuan merancang aset visual 3D semi-realistis bertema budaya Minangkabau berbasis referensi, yang diselaraskan dengan musik instrumental "Minangkabau" karya Fris Okta Falma. Perancangan dilakukan melalui pipeline produksi 3D sistematis: Pra-Produksi (pengumpulan referensi visual), Produksi (modeling, sculpting, retopology, rigging dengan Rigify, dan texturing berbasis PBR), serta Pasca-Produksi (lighting, rendering Cycles, dan komposisi visual). Aset yang dihasilkan—karakter pemain musik, Rumah Gadang, lingkungan bergaya Lembah Harau, Bansi, dan Talempong—diintegrasikan ke dalam video visualisasi berdurasi ±5 menit 20 detik beresolusi 2K. Pengujian menyeluruh menunjukkan produk layak secara teknis, dengan visual, sinkronisasi audio, dan kualitas rendering yang konsisten. Pendekatan reference-based dan semi-realistis terbukti efektif menghasilkan aset 3D yang akurat, autentik, dan siap dianimasikan, berpotensi menarik minat generasi muda terhadap budaya Minangkabau.
Copyrights © 2026