Transformasi digital menuntut UMKM untuk melakukan reskilling guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis. Namun, kesenjangan antara skill (kemampuan) dan will (kemauan) karyawan menjadi tantangan utama dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada lima UMKM sektor kuliner dan retail di wilayah Musi Rawas dan Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Objek penelitian mencakup pemilik usaha, manajer operasional, dan karyawan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap praktik pelatihan serta penerapan teknologi di tempat kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya pelatihan, resistensi psikologis karyawan terhadap perubahan, serta kepemimpinan yang kurang responsif terhadap digitalisasi menghambat efektivitas reskilling. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan manajerial yang menekankan kepemimpinan transformasional, komunikasi internal yang terbuka, serta penguatan budaya belajar. Temuan ini memberi kontribusi penting bagi pengembangan strategi SDM UMKM yang lebih adaptif terhadap perubahan digital.
Copyrights © 2025