Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi Tip Nozzle airless spray terhadap ketebalan lapisan (Wet Film Thickness (WFT) dan Dry Film Thickness (DFT)), efisiensi penggunaan material coating melalui parameter Material Usage Rate (MUR) dan Film Thickness Utilization Index (FTUI), serta hubungan antara WFT dan DFT pada aplikasi epoxy coating Interseal 670HS pada material H-Beam SS400. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga variasi Tip Nozzle, yaitu 217, 219, dan 517, sedangkan parameter penyemprotan seperti tekanan, jarak semprot, sudut aplikasi, operator, dan kondisi lingkungan dijaga konstan. Pengukuran WFT dilakukan menggunakan Wet Film Comb Gauge, sedangkan DFT diukur menggunakan coating thickness gauge. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene's Test, One-Way ANOVA, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney U, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi Tip Nozzle tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap WFT (p = 0,578), tetapi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap DFT (p = 0,038). Tip Nozzle 517 menghasilkan rata-rata WFT dan DFT tertinggi, sedangkan Tip Nozzle 217 menghasilkan DFT yang paling mendekati target 150 µm. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa Tip Nozzle 219 memiliki nilai MUR tertinggi sebesar 47,8% dan efisiensi penggunaan cat sebesar 2,80 m²/L sehingga menjadi variasi nozzle yang paling efisien. Analisis regresi menunjukkan hubungan linier positif antara WFT dan DFT dengan persamaan DFT = 107,475 + 0,284(WFT), nilai koefisien korelasi R = 0,689, koefisien determinasi R² = 0,475, serta signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan bahwa WFT berpengaruh nyata terhadap DFT. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pemilihan Tip Nozzle untuk memperoleh ketebalan lapisan yang memenuhi spesifikasi dengan penggunaan material coating yang lebih efisien.
Copyrights © 2026