Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisa Putaran dan Kemiringan Dinding Saringan untuk Optimalisasi Alat Pemeras Bahan Jamu Robert Firmandus, I Made Kastiawan
AGROKNOW Vol 2, No 01 (2014): Jurnal Agroknow Vol.2 No.1 Februari 2014
Publisher : AGROKNOW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. To increase the production of small industry enterprise (home industry) necessary to study and application of appropriate technology (TTG), as an example in household herbal medicine manufacturers. One of the production process is a process that is often a constraint extortion because the process is quite heavy if done manually. In this research, the assessment process is the process of designing a squeeze with centrifugal system. The method used is to do field studies, designing process and analyze theoretically. At the final stage of trials conducted within three (3) conditions that combine the tilt angle of the walls of the filter (extortion) with the amount of rotation. From the tests obtained optimal value tilt angle of the walls of the filter is 680 to 620 rpm rotation, because in this position grater herbal ingredients can be squeezed to the maximum (dryness level) is 96% with the time it takes to lift the dregs fast enough that 21 minutes and the volume filtering is 0.0079 m3 with filtering effectiveness of the prototype is at 72.1%.Keyword: slope of the filter wall, rpm, optimization of extortion, herbal ingredients
ANALISA HASIL PRODUK VACUUM FRYING DENGAN SISTEM TORAK Kastiawan, I Made; Ikhwal Gustiar, Franky
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 2 No 02 (2016): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.874 KB)

Abstract

Mesin penggoreng (Vacuum Frying) adalah mesin produksi untuk menggoreng berbagai macam buah dan sayuran. Teknik penggorengan nya yaitu menggoreng bahan baku buah-buahan dengan menurunkan tekanan udara pada ruang penggorengan sehingga menurunkan titik didih minyak sayur sampai 80°-90° C. Dengan turunnya titik didih minyak sawit  maka bahan baku yang biasanya mengalami kerusakan pada titik didih normal 160-180 °C bisa di hindari. Yang mana penulis menggambil lingkup permasalahan untuk di bahas yaitu “Analisa hasil produk Vacuum Frying Dengan Sistem Torak”. Semakin tinggi temperatur penggorengan maka semakin rendah pula kadar air keripik apel dan keripik salak dari hasil pengujian alat oven, kadar air tertinggi apel yaitu temperatur 800C dengan nilai 1.57% dan kadar air terendah apel adalah temperatur 880C dengan nilai 0.96% sedangkan kadar air tertinggi salak yaitu temperatur 800C dengan nilai 2.84% dan kadar air terendah apel adalah temperatur 880C dengan nilai 1.26%. Semakin tinggi temperatur penggorengan maka semakin keras tekstur keripik apel dan keripik salak dari hasil pengujian alat penetrometer, kekerasan tekstur tertinggi apel yaitu temperatur 880C dengan nilai 1.8mm dan kekerasan tekstur terendah apel adalah temperatur 800C dengan nilai 2.7mm sedangkan kekerasan tekstur tertinggi salak yaitu temperatur 880C dengan nilai 3.2mm dan kekerasan tekstur terendah salak adalah temperatur 800C dengan nilai 3.8mm. Hasil Perbandingan dari kedua mesin vacuum frying tersebut kekerasan tekstur dan kadar air dengan menggunakan mesin vacuum frying system torak keripik apel tidak renyah di bandingkan dengan keripik apel di pasaran sangat renyah dengan menggunakan mesin vacuum frying jet pump.Kata kunci: Kadar Air, Kekerasan Tekstur, Sistem Torak
RANCANG BANGUN OVEN UNTUK PRODUKSI SALE PISANG DENGAN SUMBER PANAS DARI TUNGKU TRADISIONAL Kastiawan, I Made; Ahmad T, Remo; Salamun, Khoirul
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 01 (2019): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.239 KB)

Abstract

Sale adalah salah satu makanan tradisional yang terbuat dari pisang yang di iris tipis. Pisang yang telah diiris tersebut di keringkan dibawah sinar matahari selama 2 sampai 3 hari. Saat ini sale pisang berkualitas rendah karena tibanya musim penghujan yang menyebabkan proses pengeringan terhambat sehingga terpaksa menggunakan oven tradisional yaitu dengan cara seperti di panggang. Resiko yang terjadi ketika menggunakan oven tersebut adalah hasil produksi terkontaminasi polusi asap dan debu dari pembakaran.Melihat permasalahan diatas, dengan ini kami membuat oven dengan sumber panas dari tungku tradisional, hal ini bisa dilakukan dengan cara membuat lubang pada tungku tradisional yang disalurkan ke oven pengering. Dengan begitu, kita dapat mengoperasikan tungku dan oven secara bersamaan sehingga dapat membuat pengerjaan lebih efektif dan penghematan bahan bakar. Sedangkan untuk menentukan suhu dan waktu yang sesuai dalam proses pengeringan, kami melakukan pengujian dengan cara mengukur kadar air awal hingga kadar air pada 7 jam, tiap jam kami ukur dengan menggunakan alat pengukur kadar air dengan variasi suhu pada ruang pengering 60-70 oC, 70-80 oC, 80-90 oC. Setelah proses pengeringan, dilakukan uji pencemaran polusi dengan mikroskop. Setelah pengujian selesai, data hasil pengujian di analisa untuk menentukan suhu dan waktu yang sesuai dengan yang diharapkan.Dari analisa data hasil pengujian didapatkan suhu dan waktu yang sesuai adalah pada suhu 70-80oC dengan waktu 4-5 jam, karena pada saat itu kadar air yang didapat sudah menunjukkan 15-20%, sale matang sempurna dan terhindar dari polusi asap dan debu dari proses pengeringan.
PENGARUH CELAH FIN, SUDUT KEMIRINGAN FIN DAN CELAH SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN SAVONIUS TYPE V Kastiawan, I Made; Gofur, Abdul; Catur Pamungkas, Angga; Budianto, Aries
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 3 No 01 (2017): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.514 KB)

Abstract

This article is the result of research on wind turbine savonius type V. In thisresearch designed 4 blade type V which has angle 110 ÌŠ. This windmill analyzes the effect offin gaps, fin angle and blade slits. This windmill is designed by analyzing the lowest wind byutilizing the wind speed of passing vehicles on the road. The results of the study showed that5 mm fin breaks, a1 blade slits, b1 (5mm, 2.5mm) and fin angle of 30 ÌŠ can improve goodperformance. These results are evidenced by a maximum rotation speed of 96.7 Rpm and amaximum force of 1.4 N.
IbM Kelompok Usaha Rumah Tangga Aneka Keripik dan Sale Pisang Desa Wonodadi Kulon I Made Kastiawan; Ismail .; Achmad Maqsudi
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 01 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v1i01.351

Abstract

Abstract. Household Enterprises variety of chips made from cassava, sweet potatoes, bananas, taro and suweg and assorted tubers have grown in the village Wonodadi Kulon, District Ngadirojo, Pacitan, it is necessary to get a touch of appropriate technologies ( TTG ) to assist its production capacity. During this process still done manually with production capacity of about 20-30 packs per week for each craftsman. While the demand reached 30-50 packs per day. Similarly, the management system is carried out is still very simple, do not engage in the production of the records so it is not known whether profit or loss. This effort is still regarded as a sideline, so do not do it at the time rare spare time, but from the business side is very promising. Under these conditions, IBM team to try to help the mothers to provide some activities ie manufacturing machine (TTG) that capable to increase production capacity to 50 kg/h. Provide guidance on the management of the business so that the business of this chips can be one of the livelihood of the local women.Keywords: production capacity, TTG chips slicer materials, business management
KAJIAN PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KERIPIK DESA WONODADI KULON PACITAN I Made Kastiawan; Tiurma Wiliana Susanti P; Rini Rahayu Sihmawati
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v1i02.546

Abstract

chips Household Industry in Wonodadi Kulon-Pacitan village has a good prospect, it is because in the area and its surroundings have quite abundant raw materials. Long enough household businesses was developed by a group of villagers, but the development of this business is still very slow, it is possible because the business is run as a sideline. With a variety of approaches and provides an insight into this business opportunity, through IbM program, partners started running this business more seriously, and to make this effort as part of family activities for their livelihood. The group wants to spread to a wider market, then the team IbM provide assistance in terms of business management, financial and marketing. On the other hand, the team IbM provide additional technology is the method of cooking vacuum (vacuum frying). This technology is appropriate given with respect to the amount of fruit that has a fairly expensive price such as mango, pineapple, papaya, durian and bark generated this area. With the harvest is abundant and it price is cheap, then the partner is expected to help farmers to receive the crops which is then processed into fruit chips which have a higher selling price. To support the sales and make consumers more interested, then the appearance of the product to be one of arable IbM team. Therefore, IbM team gave a training to make packaging labels. Similarly, in order to products marketed accountable, trustworthy, and safe for consumption, then the team IbM assisting partners to do an assessment and permits PIRT.Keywords: Chips Industrial, Vacuum Frying Machine, Label Products, PIRT 
MENJADI KAMPUNG MANDIRI DENGAN MENGEMBANGKAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK Edy Setiawan; I Made Kastiawan; Totok Yulianto; Lukman Handoko; Anda Iviana Juniani; Fajar Astuti Hermawati; Galih Anindita; Edy Prasetyo Hidayat; Muhammad Ari; Wiediartini Wiediartini
Jurnal Cakrawala Maritim Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/cakrawalamaritim.v6i1.2381

Abstract

Program nasional gerakan menanam tanaman di lahan kosong dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan sudah dicanangkan sejak 2015 dan setiap warga dilingkungan masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Masyarakat di lingkungan RT.06 RW.02 Perumahan Sukolilo Park Regency dapat melaksanakan program tersebut demi mewujudkan ketahanan pangan, kamandirian dan kedaulatan pangan. Beberapa permasalahan yang dihadapi saat ini adalah pemanfaatan lahan kosong jarang ada perhatian sehingga banyak ditumbuhi rumput, semak belukar yang menjadi tidak indah untuk dipandang bahkan sayang jika tidak bisa memberikan manfaat lebih yang bisa meningkatkan nilai ekonomi, pengetahuan dan wawasan bagi warga masyarakat sekitar perumahan. Hidroponik dianggap menjadi solusi pertanian bagi masyarakat dan kaum milenial. Hidroponik merupakan solusi pertanian bagi masyarakat perkotaan dan sangat membuka peluang dan kesempatan bagi kaum milenial tanpa harus menggunakan media tanah. Solusi Hidroponik akan menjadi program Kampung Mandiri di Lingkungan RT.06 RW.02 Perumahan Sukolilo Park Regency Surabaya. Solusi Hidroponik akhirnya dilaksanakan dengan kerjasama warga dilingkungan RT.06 RW.02 Perum Sukolilo Park Regency dengan dikomandani oleh Ketua RT setempat, mulai dari persiapan tempat, wadah, pembibitan, pemeliharaan pertumbuhan tanaman sampai dengan panen dibutuhkan waktu kurang lebih 1bulan. Adapun tanaman sayuran yang dibudidayakan secara hidroponik adalah tanaman kangkung.
Rancang Bangun dan Pengujian Pengering Jamur Tiram dengan Satu Kolektor Surya Simanjuntak, Melvin Emil; Sitorus, Melvin B. H.; Manurung, Nelson; Ginting, Berta Br.; Lumbantoruan, Henry H.; Sutrisno, Teng; Kastiawan, I Made; Yulianto, Adam Eko; Rohman, Adi Prasetya
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.176 KB) | DOI: 10.30996/jm.v8i2.7285

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki iklim yang baik untuk pertanian. Di Indonesia terdapat dua musim yaitu musim panas dan musim hujan. Hasil pertanian tentunya negara yang mayoritas agraris dan memiliki zona iklim tropis Jamur merupakan tumbuhan alami yang tidak mengandung klorofil. Dimana pada alat terjadi dua jenis perpindahan panas yaitu secara radiasi dan konveksi. Perancangan alat dilakukan dengan langkah pertama yaitu membuat kerangka, rangka utama berukuran 1443 x 2379 x 1254 mm dan kolektor berukuran 1014 x 500 x 35 mm, kemudian untuk menyusun kolektor mulai dari ACP, styrofoam, rockwoll, plat absorber, dan ditutup dengan kaca, dan rak penampung yang berukuran 500 x 400 x 35 mm. dimana prinsip kerja mesin yaitu mengalirkan panas yang telah diserap melalui kolektor tepat nya pada plat absorber dan dialirkan kedalam ruang pengering. Berdasarkan hasil pengujian maka disimpulkan bahwa rak ke 4 merupakan rak yang paling cepat panas dengan kadar air yang tersisa 2,94 %, dan rak 1 merupakan rak yang paling lambat panas dengan kadar air yang tersisa 22,87 %.
Rancang Bangun Cleaning Fotovoltaik Portable Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) mufti, mohammad; Kastiawan, I Made; Prayoga, Indrajid; Eryanto, Dimas
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.021 KB) | DOI: 10.30996/jm.v8i2.8160

Abstract

Matahari memancarkan energi dari radiasi cahayanya. Energi dari pancaran radiasi matahari ini dapat dimanfaatkan bagi manusia di atas bumi ini. Pemanfaatannya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara aktif dan pasif. Dalam kaitannya dengan energi listrik di dalam bangunan maka energi matahari dimanfaatkan secara aktif dengan cara mengubah energi radiasi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan bantuan solar cell Penerapannya pada bangunan adalah dengan mengintegrasikan di kulit terluar bangunan seperti atap dan fasade. Pemasangannya sangat bergantung kepada letak geografis suatu wilayah dimana bangunan itu berdiri, karena letak geografis suatu wilayah sangat mempengaruhi efisiensi pancaran energi dari radiasi cahaya matahari. Konsekuensi dari letak geografis suatu wilayah akan berpengaruh kepada pemilihan jenis sollar cell dan teknik pemasangan pada kulit terluar bangunan. Melalui skripsi ini, pembahasan akan diutamakan mengenai upaya “ Rancang bangun prototype cleaning fotovoltaik portable untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ‘ untuk membersihkan kotoran debu ataupun puing – puing yang berdampak dapat mempengaruhi seberapa banyak sinar matahari menembus untuk mengubah cahaya menjadi energi sehingga di butuhkan alat pembersih solar cell yang tidak merusak/menggores kaca pada panel surya dapat memengaruhi kinerjanya karena goresan akan menimbulkan bayangan. Kata kunci : sollar cell, alat bantu pembersih sollar cell The sun emits energy from its light radiation. Energy from the sun's radiation can be utilized for humans on this earth. Utilization can be done in two ways, namely actively and passively. In relation to electrical energy in buildings, solar energy is used actively by converting solar radiation energy into electrical energy with the help of solar cells. Its application in buildings is to integrate it in the outer shell of buildings such as roofs and facades. Its installation is very dependent on the geographical location of an area where the building stands, because the geographical location of an area greatly affects the efficiency of energy emission from solar radiation. The consequence of the geographical location of an area will affect the selection of solar cell types and installation techniques on the outer shell of buildings. Through this thesis, the discussion will prioritize the efforts of "Designing a portable photovoltaic cleaning prototype for solar power plants (PLTS)" to clean dirt, dust or debris that can affect how much sunlight penetrates to convert light into energy so that it is needed. a solar cell cleaning tool that does not damage/scratch the glass on the solar panel can affect its performance because scratches will cast shadows. Keywords: solar cell, solar cell cleaning tool
Voltage Regulation and Power Loss Analysis on 500 kV EHV Transmission Line Krian-Grati Reza Sarwo Widagdo; I Made Kastiawan; Imam Suri Tauladan; Indra Budi Hermawan
International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering Vol. 8 No. 1 (2025): The International Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering (I
Publisher : Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijeepse.8.1.40-54

Abstract

The transmission system distributes electricity from power plants to substations before reaching consumers. During this process, obstacles such as power loss and voltage regulation occur, which must meet specific standards to prevent equipment damage. Power loss can result from factors like corona effects and insulator leakage. This study aims to analyze power loss and voltage regulation based on daily peak load data at 14:00 over 15 days, recording current and voltage values on the extra-high voltage Krian-Grati transmission network. This system uses ACSR Gannet conductors with a cross-sectional area of 392.84 mm² and a length of 79.41 km, having a resistance of 0.00086 Ω/km. Manual calculations for short transmission lines show a voltage difference between sending and receiving ends, with the sending voltage being slightly higher due to reactance, preventing a drastic voltage drop. Over 15 days in December 2024, voltage regulation did not exceed the standard maximum of <10%, with the highest recorded value at 4.7%. The highest power loss occurred on day 7 at 0.089 MW, while the lowest was on day 9 at 0.023 MW. The total power loss over 15 days reached 1.024 MW, with a daily average of 0.068 MW.