Irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pertanian,yang termasuk pada sistem tradisional Subak di Bali. Namun, pengelolaan air pada Subak masih didominasi metode manual yang kurang efisien dan berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan distribusi air. Penelitian ini bertujuan merancang bangun pintu intake irigasi berbasis mikrokontroler ESP32 dan Internet of Things (IoT) guna meningkatkan efisiensi pengelolaan air, khususnya pada tahap pengolahan tanah. Sistem dirancang menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk memantau ketinggian air, motor stepper NEMA 17 sebagai aktuator, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka kontrol manual maupun otomatis. Hasil pengujian menunjukkan sensor mampu membaca ketinggian air dengan rata-rata akurasi 98,77% dan tingkat kesalahan 1,23%. Pintu irigasi dapat beroperasi secara otomatis sesuai ketinggian air maupun manual melalui aplikasi Blynk tanpa keterlambatan signifikan. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja petani ,meningkatkan presisi distribusi air, serta menunjukkan potensi integrasi teknologi IoT dalam mendukung sistem irigasi tradisional menuju konsep pertanian cerdas (smart farming) yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026