Distribusi air pada tingkat subak, tempekan dan petakan yang tidak merata dan tidak sesuai sehingga menyebabkan tidak efisiennya penggunaan air. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi pada tingkat subak, tempekan dan petakan sawah. Lokasi penelitian berada di Subak Suala, Subak Sigaran, dan Subak Jegu, yang termasuk dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Yeh Ho, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi hasil ketersediaan air irigasi melalui pengukuran debit air di subak, tempekan dan sawah irigasi. Data sekunder diperoleh dari Nasa Power, BMKG Meteorologi I Gusti Ngurah Rai, dan Pekaseh. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penggunaan air irigasi memiliki standar 65% ke atas di Subak Suala, Sigaran, dan Jegu tergolong agak kurang pada semua tingkatan. Pada tingkat subak, Subak Suala mencapai 36,37%, Sigaran 33,41%, dan Jegu 47,67%. Di tingkat tempekan, Subak Suala mencatat Tempekan 1 26,99% dan Tempekan 2 26,07%, Subak Sigaran Tempekan 1 20,13% dan Tempekan 2 17,24%, serta Subak Jegu Tempekan 1 18,73% dan Tempekan 2 17,29%. Pada tingkat petakan, Subak Suala menunjukkan Petakan 1 11,93%, Petakan 2 16,92%, Petakan 3 12,59%; Subak Sigaran Petakan 1 17,74%, Petakan 2 11,86%, Petakan 3 6,09%; dan Subak Jegu Petakan 1 15,22%, Petakan 2 16,20%, Petakan 3 19,43%.
Copyrights © 2026