Keanekaragaman anggrek memiliki nilai ekologis, ekonomis, dan edukatif, namun informasi tentang anggrek di Kawasan Hutan Bukit Mas Kota Tarakan masih terbatas sehingga belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber bahan ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman anggrek serta potensinya sebagai bahan ajar biologi. Penelitian bersifat kuantitatif dengan metode jelajah (eksploratif) dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berdasarkan aksesibilitas dan keberadaan anggrek yang tumbuh alami di sepanjang jalur hutan. Hasil penelitian menemukan 579 individu dari dua spesies, yaitu Bromheadia finlaysoniana (Lindl) sebanyak 576 individu dan Dendrobium crumenatum Sw sebanyak 3 individu. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Indeks Shannon–Wiener, nilai keanekaragaman pada anggrek Bromheadia finlaysoniana (Lindl) diperoleh sebesar 0,912 dan pada anggrek Dendrobium crumenatum Sw sebesar 0,636, yang keduanya termasuk dalam kategori rendah. Rendahnya keanekaragaman anggrek dapat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan adanya perubahan fungsi hutan menjadi area joging yang menyebabkan habitat anggrek berkurang. Hasil ini dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi pada materi Keanekaragaman Hayatı kelas X (Fase E) SMA/MA kurikulum Merdeka, serta dapat digunakan dalam bentuk diskusi, studi kasus, dan proyek berbasis masalah untuk menganalisis rendahnya keanekaragaman dan pentingnya pelestarian anggrek di lingkungan sekitar
Copyrights © 2025