Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resepsi masyarakat Sutera terhadap dijadikannya lingkungan masjid sebagai kuburan. Terjadi kontroversi di kalangan masyarakat berdasarkan pemaknaan mereka terhadap Aisyah yang menjelaskan posisi kuburan Nabi di lingkungan masjid. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan objek formal fenomenologi Edmund Husserl. Riset ini menemukan bahwa keberislaman masyarakat Sutera dimulai dari tahun tahun 1616 dan terus berkembang sampai saat. Ditemukan sebanyak 45 buah masjid dan 80 buah mushalla di Sutera. Masyarakat menjadikan lingkungan masjid sebagai kuburan mengaku terilhami dari keberadaan kuburan Nabi Muhammad Saw di masjid Nabawi. Adapun kelompok yang menolak beralasan menghindari timbulnya perbuatan syirik di tengah masyarakat.
Copyrights © 2023