Beberapa Masyarakat Suku Sunda di Desa Mulyoharjo masih memanfaatkan tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional selain menggunakan pengobatan modern. Hal ini juga didorong dengan keterbatasan ekonomi serta kemudahan dalam membudidaya tumbuhan obat diperkarangan rumah, kondisi ini menjadikan pengetahuan etnobotani lokal tetap hidup dan relavan namun masih belum terdokumentasi secara ilmiah sehingga berpotensi hilang seiring perubahan generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan dan menganalisis pemanfaatan tumbuhan obat oleh Suku Sunda di Desa Mulyoharjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-etnobotani melalui wawancara dengan Masyarakat sekitar, observasi lapangan, dokumentasi morfologi, dan identifikasi taksonomi tumbuhan. Hasil penelitian menemukan 26 spesies tumbuhan obat dari 18 famili, dengan famili Zingiberaceae dan Lamiaceae paling banyak dimanfaatkan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun dan rimpang, dengan teknik pengolahan utama yaitu perebusan. Seluruh spesies mengandung senyawa bioaktif seperi flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang terbukti secara ilmiah berkhasiat sebagai antihipertensi, antidiabetes, antiinflamasi, dan antioksidan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal Suku Sunda di Desa Mulyoharjo memiliki nilai ilmiah yang kuat dan berpotensi menjadi solusi kesehatan yang terjangkau secara ekonomi dan dan mudah dibudidayakan.
Copyrights © 2026