Jurnal Humanipreneur
Vol 5 No 1 (2026): (Maret 2026)

STRATIFIKASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS MULTILEVEL DAN LONGITUDINAL TENTANG KETIMPANGAN INSTITUSIONAL, REFORMASI KURIKULUM, DAN AGENSI SISWA 2021–2025

Stepanus Silaban (Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin)



Article Info

Publish Date
16 Aug 2026

Abstract

Ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan penting karena capaian belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik individu, tetapi juga oleh kondisi sosial, sumber daya, dan lingkungan pembelajaran sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana ketimpangan capaian akademik berkaitan dengan karakteristik institusional sekolah, lingkungan pembelajaran, pengembangan karakter, kondisi kesetaraan kesempatan, dan implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian menggunakan data Asesmen Nasional periode 2021–2025 yang mencakup 196.976 siswa yang berada dalam panel longitudinal 1.098 sekolah menengah. Analisis dilakukan secara bertahap menggunakan hierarchical linear modeling (HLM), two-way fixed effects (TWFE), analisis mediasi longitudinal, serta extreme gradient boosting (XGBoost) dengan interpretasi TreeSHAP. Hasil analisis multilevel menunjukkan bahwa 32,94% variasi capaian akademik berada pada tingkat sekolah, yang menunjukkan adanya stratifikasi institusional yang cukup kuat. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa peningkatan sumber daya fisik dan lingkungan pembelajaran tidak secara langsung menghasilkan peningkatan capaian akademik dalam jangka pendek. Lingkungan pembelajaran yang sangat terstruktur dan berorientasi pada pengarahan guru juga menunjukkan hubungan negatif dengan perkembangan character capital pada periode berikutnya. Sebaliknya, implementasi Kurikulum Merdeka berhubungan positif dengan character capital dan capaian akademik. Model XGBoost yang divalidasi secara temporal menghasilkan kemampuan prediksi out-of-sample sebesar 42,18% dan menunjukkan character capital sebagai prediktor paling penting terhadap risiko learning poverty, sementara kontribusi infrastruktur fisik menunjukkan kecenderungan diminishing marginal returns. Temuan ini menunjukkan bahwa pengurangan ketimpangan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perluasan sumber daya, tetapi perlu disertai transformasi lingkungan institusional yang mendorong otonomi, agensi, dan perkembangan sosial-emosional siswa.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

humanipreneur

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Penelitian Humanipreneur aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific writing in the form of research, reviews, studies, and conceptual or theoretical thinking in the fields of Indonesian refractionist and optician. All papers are ...