Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan mendasar dalam dunia bisnis, sekaligus memunculkan berbagai persoalan etis, antara lain ketimpangan, eksploitasi tenaga kerja, penyalahgunaan data, dehumanisasi, konsumerisme, dan dampak ekologis. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip etika bisnis dalam perspektif Paus Fransiskus serta relevansinya bagi dunia bisnis di era digital. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis enam dokumen magisterial Paus Fransiskus, yaitu Lumen Fidei (2013), Laudato Si’ (2015), Fratelli Tutti (2020), Laudate Deum (2023), Dilexit Nos (2024), dan Antiqua et Nova (2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa etika bisnis dalam perspektif Paus Fransiskus bertumpu pada penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, solidaritas, kebaikan bersama, tanggung jawab sosial dan ekologis, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Kritik terhadap paradigma teknokratis menjadi benang merah dalam menghadapi perkembangan teknologi dan AI, terutama ketika efisiensi dan keuntungan ekonomi berpotensi mengesampingkan dimensi kemanusiaan. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi digital perlu diarahkan bukan semata-mata pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas, melainkan pada pembangunan ekonomi yang manusiawi, inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebaikan bersama. Perspektif ini juga menempatkan pendidikan, khususnya universitas Katolik, sebagai ruang penting untuk membangun refleksi etis atas perkembangan teknologi.
Copyrights © 2026