Abstrak. Perubahan zaman ke era modern membuat keseharian masyarakat tidak dapat lepas dari teknologi digital. Sensus pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pengguna aktif sosial media mencapai angka 139 juta pengguna, yaitu setengah dari total populasi Indonesia. Maraknya penggunaan sosial media melahirkan kekhawatiran mengenai sikap toleransi remaja. Penelitian ini melihat bagaimana tingkat penggunaan media sosial mempengaruhi sikap toleransi berdasarkan konten yang dikonsumsi oleh remaja di desa Curug Sangereng, dengan tujuan mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap sikap toleransi remaja dan kesadaran remaja di Curug Sangereng. Analisis dalam penelitian ini dilihat melalui Social Learning Theory oleh Albert Bandura mengenai imitasi perilaku berdasarkan observasi individu atas sekitarnya, dengan teori dukungan Psychoanalysis oleh Sigmund Freud mengenai perkembangan psikologi pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif guna mengukur tingkat toleransi remaja Curug Sangereng, dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner. Data kemudian dianalisis melalui teknik kuantitatif deskriptif yang didasarkan oleh tujuan menemukan relasi sederhana dari frekuensi jawaban tertinggi dan pengaruh yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penggunaan sosial media yang tinggi, dengan perubahan sikap toleransi yang menunjukkan relasi positif dengan tingkat penggunaan sosial media berdasarkan konten berbasis hiburan pada remaja Curug Sangereng.
Copyrights © 2026