Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual di kalangan remaja SMA di Jakarta. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang mencapai 18,9% dari total kasus pada anak dan remaja, serta rendahnya literasi seksual di mana 50% remaja Indonesia dilaporkan belum memahami konsep consent Metodologi yang digunakan adalah sosialisasi interaktif berbasis experiential learning dan participatory education yang dilaksanakan di SMK Hang Tuah Jakarta. Pendekatan ini menggabungkan presentasi visual, diskusi terbuka, permainan edukatif, dan survei untuk mendorong keterlibatan aktif siswa. Selain aspek perilaku, penelitian ini juga mengkaji korelasi antara keamanan lingkungan fisik—seperti pencahayaan sekolah berbasis energi bersih (SDGs 7)—dengan penurunan risiko kekerasan seksual.Hasil kegiatan menunjukkan adanya celah pemahaman awal siswa mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual non-fisik dan hak atas tubuh. Namun, melalui metode interaktif, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mulai berani menyuarakan pendapat serta mendiskusikan topik yang sebelumnya dianggap tabu di ruang kelas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa edukasi yang humanistik dan berbasis nilai Pancasila "Peduli Sesama" efektif dalam membentuk karakter remaja yang kritis, empatik, dan bertanggung jawab terhadap keamanan lingkungan sekolah
Copyrights © 2025