Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, yang menyebabkan lebih dari 10,4 juta kematian setiap tahunnya. Penanganan hipertensi bertujuan untuk kontrol tekanan darah dengan rutin menjalani pengobatan. Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan pengendalian tekanan darah yang tidak optimal, meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk prognosis kesehatan secara keseluruhan. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian terdiri dari 120 sampel pasien hipertensi di RSI Siti Rahmah Padang. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi square.Hasil: Dari 120 sampel pasien hipertensi di RSI Siti Rahmah padang paling banyak berjenis kelamin perempuan (58,3%) dengan rentang usia 56-65 tahun (37,2%), pendidikan terakhir paling banyak pada jenjang SMA/SMK (36,7%), pekerjaan paling banyak yaitu IRT (36,7%), sebagian besar memiliki penyakit penyerta (77,5%), jumlah obat yang dikonsumsi 1-4 obat (62,5%), sebesar 73,3% menderita hipertensi >1 tahun dan lebih banyak menggunakan jaminan kesehatan BPJS (97,5%). Sebanyak 75% pasien dikategorikan patuh dalam mengonsumsi obat dan 68,3% memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang (ρ-value = 0,002, OR 4,297). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup melalui kepatuhan dalam mengonsumsi obat secara teratur.
Copyrights © 2026