p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scientific Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Tingkat Kecemasan Anak Laki-Laki yang Belum Disirkumsisi di Sunatan Masal Lubuk Alung 2023 Arientina Amanda Filia; Budi Yulhasfi Febrianto; Ade Yuli Amellia; Dita Hasni
Scientific Journal Vol. 4 No. 6 (2025): SCIENA Volume IV No 6, November 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i6.292

Abstract

Latar Belakang : Sirkumsisi dikenal sebagai sunat atau khitan dan biasanya dilakukan untuk tujuan medis, sosial atau agama tertentu. Sirkumsisi termasuk dalam suatu kategori operasi minor. Kecemasan praoperasi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kecemasan terhadap prosedur pembedahan dan kecemasan terhadap prosedur anestesi. Tujuan : Mendapatkan gambaran tingkat kecemasan anak laki-laki sekolah dasar yang belum disirkumsisi terhadap sirkumsisi di Sunatan Masal Lubuk Alung 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik, menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 32 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner APAIS (Amsterdam Preoperation Anxiety and Information Scale). Hasil : Diketahui bahwa dari 32 sampel responden usia terbanyak adalah 10 dan 11 tahun yaitu 11 orang (34,4 %). Tingkat kecemasan tertinggi adalah tingkat kecemasan ringan yaitu sebanyak 15 orang (46,9%). Tingkat kecemasan ringan ada 15 responden (46,9%) dengan proporsi terbesarnya adalah 7 responden (21,9%) yang berusia 10 tahun. Tingkat kecemasan sedang ada 14 responden (43,8%) dengan proporsi terbesarnya adalah 6 responden (18,8%) yang berusia 11 tahun. Pada tingkat kecemasan berat ada 3 reponden (9,4%) dengan proporsi terbesarnya adalah 2 responden (6,2%) yang berusia 9 tahun. Kesimpulan : Kelompok usia yang terbanyak dari 32 responden adalah usia 10 dan 11 tahun. Tingkat kecemasan terbanyak yaitu kecemasan ringan. Berdasarkan usia, tingkat kecemasan ringan banyak pada responden berusia
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Menggunakan Kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang Farid Rian Irfandi; Dita Hasni; Vina Tri Septiana; Roland Helmizar; Resti Rahmadika Akbar
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.379

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, yang menyebabkan lebih dari 10,4 juta kematian setiap tahunnya. Penanganan hipertensi bertujuan untuk kontrol tekanan darah dengan rutin menjalani pengobatan. Kepatuhan yang rendah dapat menyebabkan pengendalian tekanan darah yang tidak optimal, meningkatkan risiko komplikasi dan memperburuk prognosis kesehatan secara keseluruhan. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian terdiri dari 120 sampel pasien hipertensi di RSI Siti Rahmah Padang. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi square.Hasil: Dari 120 sampel pasien hipertensi di RSI Siti Rahmah padang paling banyak berjenis kelamin perempuan (58,3%) dengan rentang usia 56-65 tahun (37,2%), pendidikan terakhir paling banyak pada jenjang SMA/SMK (36,7%), pekerjaan paling banyak yaitu IRT (36,7%), sebagian besar memiliki penyakit penyerta (77,5%), jumlah obat yang dikonsumsi 1-4 obat (62,5%), sebesar 73,3% menderita hipertensi >1 tahun dan lebih banyak menggunakan jaminan kesehatan BPJS (97,5%). Sebanyak 75% pasien dikategorikan patuh dalam mengonsumsi obat dan 68,3% memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi menggunakan kuesioner MMAS-8 dan EQ-5D-5L di RSI Siti Rahmah Padang (ρ-value = 0,002, OR 4,297). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup melalui kepatuhan dalam mengonsumsi obat secara teratur.