Tuntutan kompetensi abad ke-21 mengharuskan mahasiswa Pendidikan Akuntansi untuk beralih dari sekadar pembelajaran hafalan menuju penguasaan pemecahan masalah yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills). Untuk mencapai kapabilitas tersebut, pengembangan instrumen kognitif berupa cara berpikir algoritmik dan evaluatif menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kemampuan berpikir komputasional dan berpikir kritis dengan kemampuan pemecahan masalah akuntansi keuangan pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 62 mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes esai berbasis studi kasus dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian membuktikan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir komputasional dengan kemampuan pemecahan masalah (r=0,480; Sig.=0,000<0,05); (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan pemecahan masalah (r=0,536; Sig.=0,000<0,05). Temuan ini memberikan implikasi teoretis berupa perluasan penerapan teori kognitivisme pada rumpun pendidikan ilmu sosial, serta implikasi praktis bagi pendidik untuk mentransformasi strategi instruksional dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang menstimulasi penalaran terstruktur dan nalar kritis mahasiswa
Copyrights © 2026