Penelitian ini bertujuan menganalisis teladan misi Rasul Paulus sebagai dasar bagi pengembangan misi kontekstual pada abad digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber utama penelitian adalah teks-teks Perjanjian Baru yang berkaitan dengan pelayanan misi Paulus, khususnya Kisah Para Rasul 17:16–34, 1 Korintus 9:19–23, dan beberapa bagian surat Paulus. Data sekunder diperoleh dari buku-buku missiologi, teologi biblika, dan artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan Paulus tidak terutama ditentukan oleh metode yang bersifat tetap, melainkan oleh kemampuannya memahami konteks budaya tanpa mengorbankan kebenaran Injil. Paulus mengembangkan pendekatan dialogis, menggunakan unsur budaya setempat sebagai titik temu pemberitaan Injil, serta membangun relasi yang menghasilkan transformasi kehidupan. Prinsip-prinsip tersebut tetap relevan bagi gereja di abad digital melalui pemanfaatan media digital secara kontekstual, dialogis, dan berpusat pada Kristus. Dengan demikian, misi digital bukan sekadar pemindahan aktivitas gereja ke ruang virtual, melainkan implementasi prinsip kontekstualisasi Paulus dalam konteks budaya digital.
Copyrights © 2025