Tradisi weton adalah salah satu kearifan lokal serta warisan budaya Jawa yang masih berlangsung hingga kini dalam kehidupan masyarakat Surakarta. Namun, perkembangan modernitas menimbulkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk cara masyarakat memaknai dan menjalankan praktik tradisi weton. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis pemaknaan tradisi weton oleh masyarakat Surakarta kontemporer, mendeskripsikan keberlangsungan praktik weton di tengah arus modernitas, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi weton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Surakarta masih memaknai weton sebagai bagian dari warisan budaya Jawa, weton masih digunakan sebagai pedoman namun fungsinya tidak mutlak. Praktik weton masih berlangsung hingga saat ini melalui kegiatan bancaan weton, wilujengan wuku, serta kirab pusaka malam 1 Sura. Berbagai faktor sosial, budaya, agama dan modernitas turut mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang tradisi, hal ini berdampak terhadap eksistensi weton dalam masyarakat Surakarta. Kendati demikian, eksistensi weton tetap bertahan dengan adanya adaptasi, reinterpretasi serta pelestarian budaya oleh masyarakat dan lembaga budaya, sehingga tradisi weton masih memiliki relevansi dengan kehidupan modern masyarakat Surakarta
Copyrights © 2026