Pers dengan pergerakan nasional memiliki hubungan yang saling memengaruhi selama proses pembangunan bangsa Indonesia pada abad ke-20. Pers milik orang Indonesia mulai berkembang seiring munculnya inteligensia modern yang memerlukan media komunikasi sebagai wadah penyebaran gagasan. Sementara gagasan pembaharuan dan kebangsaan yang digaungkan inteligensia modern dapat menyebar luas berkat pemberitaan dalam pers. Kelompok inteligensia modern ini terdiri atas bumiputera terpelajar yang telah terpapar pendidikan modern selama pemberlakuan kebijakan etis. Abdul Rivai merupakan salah seorang diantara inteligensia modern yang ikut mempergunakan pers sebagai wadah penyebaran gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran nasionalisme Abdul Rivai selama berkiprah dalam surat kabar Bintang Timoer tahun 1927-1933. Adapun metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian kesejarahan, yang secara runtun dimulai dari: pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interpretasi), dan penulisan hasil (historiografi). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada dekade kedua abad ke-20, komitmen Abdul Rivai terhadap tanah airnya diwujudkan melalui keterlibatannya dengan surat kabar Bintang Timoer. Disamping menjabat sebagai editor pembantu, Abdul Rivai juga aktif mengkontribusikan artikel gagasanya kedalam Bintang Timoer. Berdasarkan artikel-artikelnya dalam Bintang Timoer, wacana nasionalisme yang hendak Abdul Rivai bangun adalah wacana yang erat hubugannya dengan kemajuan, sehingga orientasinya tidak hanya untuk bisa terbebas dari penjajahan, tetapi juga untuk mempertinggi derajat masyarakat bangsanya di berbagai bidang kehidupan. Sebagai cerminan dari sikap kosmopolitan Abdul Rivai dan keterbukaannnya terhadap dunia yang lebih maju.
Copyrights © 2026