Pertumbuhan industri kosmetik mendorong meningkatnya inovasi formulasi serum wajah dengan klaim pencerah. Perbedaan strategi formulasi antara merek lokal dan global belum banyak dikaji, terutama berdasarkan penggunaan bahan aktif, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian ini bertujuan membandingkan strategi formulasi kosmetik serum wajah dengan klaim pencerah pada merek lokal dan global berdasarkan penggunaan bahan aktif pendukung klaim pencerah, kategori formulasi, pola kombinasi bahan aktif, dan kompleksitas mekanisme kerja. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif komparatif terhadap 60 produk serum wajah dengan klaim pencerah yang terdiri atas 30 merek lokal dan 30 merek global. Data diperoleh dari daftar komposisi (ingredient list) yang tercantum pada kemasan atau sumber resmi produk. Analisis deskriptif disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Perbedaan kategori formulasi dianalisis menggunakan uji Chi-square, sedangkan kompleksitas mekanisme kerja dibandingkan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa niacinamide merupakan bahan aktif yang paling banyak digunakan (56,7%), diikuti vitamin C dan turunannya (36,7%), tranexamic acid (18,3%), dan alpha arbutin (16,7%). Sebagian besar produk menggunakan kombinasi dua bahan aktif (56,7%), sedangkan kombinasi niacinamide dan vitamin C merupakan pola kombinasi yang paling sering ditemukan. Mayoritas produk memiliki dua mekanisme kerja (55,0%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kategori formulasi antara merek lokal dan global (p = 0,180). Uji Mann–Whitney U juga menunjukkan bahwa kompleksitas mekanisme kerja kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan (p = 0,868). Dengan demikian, strategi formulasi kosmetik serum wajah merek lokal dan global relatif sebanding dalam kategori formulasi dan kompleksitas mekanisme kerja, meskipun terdapat perbedaan dalam pemilihan dan kombinasi bahan aktif yang digunakan.
Copyrights © 2026