Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konsep bahasa cinta (love language) dalam pola asuh orang tua serta dampak terhadap pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi literatur (library research). Sumber utama dalam penelitian berasal dari buku The 5 Love Languages of Children karya Gary Chapman dan Ross Campbell, yang dipadu dengan teori pola asuh Diana Baumrind serta teori pendidikan karakter Thomas Lickona. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis) dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, klasifikasi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan keterkaitan antar teori dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan bahasa cinta yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan emosional anak berperan sebagai media komunikasi emosional yang efektif antara orang tua dan anak. Pola asuh otoritatif (demokratis) mengintegrasikan bahasa cinta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter anak yang positif, meliputi kepercayaan diri, keamanan emosional, dan kemampuan beradaptasi. Sebaliknya, pola asuh abai (neglectful) dan otoriter yang tidak disertai pemenuhan bahasa cinta pada anak, berpotensi menghambat perkembangan sosial-emosional anak.
Copyrights © 2026