Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pesan moral cerita rakyat Nusa Tenggara Timur pada siswa kelas V UPTD SD Negeri Sikumana 2 melalui penerapan metode pembelajaran berbasis digital storytelling. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis pesan moral cerita rakyat secara mendalam, meskipun siswa umumnya sudah mampu meringkas isi cerita. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas V, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan: pada tahap pra siklus ketuntasan belajar klasikal hanya 11,76% dengan nilai rata-rata 58,53; meningkat menjadi 52,94% dengan nilai rata-rata 73,24 pada Siklus I; dan mencapai 88,24% dengan nilai rata-rata 85,29 pada Siklus II. Aktivitas guru meningkat dari kategori baik (85,00%) pada Siklus I menjadi sangat baik (98,75%) pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 76,03% menjadi 90,29%. Hasil ini melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 80% siswa mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode digital storytelling efektif meningkatkan pemahaman pesan moral cerita rakyat sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal Nusa Tenggara Timur.
Copyrights © 2026