Marselus Robot
Universitas Nusa Cendana

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Modus komunikasi orang Manggarai dengan Mori’n Agu Ngara’n dalam ritual Seser Tompok Marselus Robot
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 2 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020231950

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan bunyi sebagai modus komunikasi orang Manggarai dengan Mori’n agu Ngara’n (Maha Pemilik). Teori yang digunakan dalam penelitian ini semiotika perspektif Charles Sanders Peirce. Peirce mengategorikan tanda atas representamen, objek yang dirujuk tanda, dan interpretant yakni makna atau konsep yang digunakan oleh pemakai tanda.  Peirce memandang tanda sebagai suatu proses kognitif yang berasal dari apa yang ditangkap oleh pancaindera. Penelitian ini menggunakan metode kualitattif  interpretif. Lokasi penelitian di Taga (Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur yang dilakukan  dari bulan Juni hingga November 2021). Data yang dikumpulan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang  ditentukan secara purposif. Juga, melalui Focus Group Discussion (FGD), dan observasi, terutama untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan konteks. Validasi data dilakukan melaui triangulasi. Trianggulasi dilakukan antara narasumber untuk memastikan keakuratan data dari informan kunci dengan informan-informan lainnya. Temuan menunjukkan, konstruksi bunyi vokal (eufoni) -e-i- merupakan indeksialitas bahwa kedudukan Mori’n agu Ngara’n sangat jauh baik dari segi lokasi maupun dari segi eksistensi. Sedangkan formula bunnyi –o-o- atau -o-a- merupakan indeksialitas kedudukan leluhur (embo agu nusi) tak jauh dari kehidupan mereka. Dengan demikian, makna dalam tola tidak hanya didapatkan melalui kata, melainkan melalui bunyi.
PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS EKPSLANASI SISWA KELAS VI UPTD SDN BALFAI Renwan Merliani Baly; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4719

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 77,27% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II, serta aktivitas siswa dari 68% menjadi 82%. Pada tahap pre-test, diperoleh 7 siswa (25,92%) yang tuntas dan 20 siswa (74,07%) yang belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus I. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (40,74%), sedangkan 16 siswa (59,26%) masih belum tuntas. Peningkatan ini terjadi karena sebagian siswa mulai menunjukkan fokus dan keaktifan dalam pembelajaran. Namun, hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan, karena masih terdapat kendala dalam pengelolaan pembelajaran oleh guru, rendahnya keaktifan siswa, serta beberapa aspek penilaian yang belum tercapai. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 25 siswa (92,59%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 siswa (7,41%) belum tuntas. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan, yaitu 80%. Adapun siswa yang belum tuntas disebabkan belum optimal dalam mencapai aspek-aspek membaca teks eksplanasi, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa bimbingan khusus melalui pendekatan individual serta kerja sama dengan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kemampuan membaca teks eksplanasi siswa kelas VI UPTD SDN Balfai.
PENERAPAM MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANGGAPI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS III UPTD SD INPRES TARUS I Makrina Feliksia Prada; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4720

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menanggapi Pertanyaan Pada Siswa Kelas III UPTD SD Inpres Tarus I”, dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 dalam menanggapi pertanyaan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Hal ini berdampak pada keaktifan siswa yang rendah, rasa takut salah, dan kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa kelas III melalui penerapan model pembelajaran role playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa. Pada tahap awal (pre-test), tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 19,23%. Setelah siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 61,54%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 88,46%. Peningkatan ini terlihat pada aspek keberanian, artikulasi, ketepatan jawaban, dan kesantunan siswa saat menanggapi pertanyaan. Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang baik dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan pada siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESAN MORAL CERITA RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR PADA SISWA KELAS V DI UPTD SD NEGERI SIKUMANA 2 Maria Septiyati Haninuna; Marselus Robot; Daniel Wiliams Fointuna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pesan moral cerita rakyat Nusa Tenggara Timur pada siswa kelas V UPTD SD Negeri Sikumana 2 melalui penerapan metode pembelajaran berbasis digital storytelling. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menganalisis pesan moral cerita rakyat secara mendalam, meskipun siswa umumnya sudah mampu meringkas isi cerita. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas V, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan: pada tahap pra siklus ketuntasan belajar klasikal hanya 11,76% dengan nilai rata-rata 58,53; meningkat menjadi 52,94% dengan nilai rata-rata 73,24 pada Siklus I; dan mencapai 88,24% dengan nilai rata-rata 85,29 pada Siklus II. Aktivitas guru meningkat dari kategori baik (85,00%) pada Siklus I menjadi sangat baik (98,75%) pada Siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 76,03% menjadi 90,29%. Hasil ini melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 80% siswa mencapai ketuntasan belajar, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode digital storytelling efektif meningkatkan pemahaman pesan moral cerita rakyat sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal Nusa Tenggara Timur.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS IV UPTD SD NEGERI OEBOBO 2 Ernestin Chaleng Keraf; Marselus Robot; Rista Apriliya Devi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.5684

Abstract

Penelitian yang dilakukan oleh Ernestin Chaleng Keraf, NIM 2201140026, berjudul “Penggunaan Media Gambar Berseri untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas IV UPTD SD Negeri Oebobo 2”. Media gambar berseri digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi menulis cerita pendek untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas IV UPTD SD Negeri Oebobo 2. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, tes, dan dokumentasi. Sebanyak 24 siswa dilibatkan dalam penelitian ini yang terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil siklus I, keterampilan menulis cerita pendek siswa masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dengan hanya 8 dari 24 siswa (33,33%) yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 16 siswa (66,66%) belum mencapai ketuntasan. Perbaikan pembelajaran pada siklus II memberikan dampak positif terhadap keterampilan menulis siswa. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah siswa yang mencapai ketuntasan menjadi 21 orang (87,5%), sedangkan siswa yang belum memenuhi kritera ketuntasan berjumlah 3 orang (12,5%). Penggunaan media gambar berseri terbukti membantu siswa dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, menentukan tokoh dan latar, serta menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan secara lebih terstruktur. Selain itu, media gambar berseri juga meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa selama proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerita pendek siswa kelas IV UPTD SD Negeri Oebobo 2 mengalami peningkatan setelah diterapkannya media gambar berseri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.