Persimpangan bersinyal Jalan Purbalingga–Klampok mengalami penumpukan sepeda motor pada fase lampu merah yang berdampak pada panjang antrian dan penurunan kinerja simpang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja simpang serta tingkat keterisian dan dimensi Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data diperoleh melalui survei geometrik simpang, pencacahan volume lalu lintas, dan pengamatan keterisian RHK yang dilakukan selama tiga hari yaitu hari Selasa pukul 06.00-18.00 serta Senin dan Jumat pada jam-jam sibuk pukul 06.00-08.00, pukul 12.00-14.00 dan pukul 16.00-18.00. Hasil analisis menunjukkan tingkat pelayanan simpang berada pada kategori F, yang ditandai dengan arus lalu lintas yang sangat padat, kapasitas yang terlampaui, dan antrean panjang di beberapa jalur masuk. Tingkat keterisian RHK pada pendekat Selatan sebesar 127%, Barat 120%, dan Timur 135%, sedangkan pendekat Utara sebesar 52%. Berdasarkan hasil evaluasi, direkomendasikan penyesuaian dimensi RHK pada pendekat Selatan menjadi 8×4 m (21 sepeda motor), Barat 8×5 m (27 sepeda motor), dan Timur 10×5 m (33 sepeda motor), sementara pendekat Utara tidak memerlukan perubahan. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan lalu lintas
Copyrights © 2026