Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menghadapi tantangan dalam optimalisasi kinerja pegawai yang antara lain berkaitan dengan belum meratanya kompetensi teknis dan keterbatasan lingkungan kerja fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif dengan melibatkan 51 pegawai sebagai responden melalu teknik sampling kombinasi dari Purposive Sampling Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, ditransformasikan dengan Method of Successive Intervals, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, lingkungan kerja fisik, motivasi kerja, dan kinerja pegawai berada dalam kategori baik. Kompetensi dan lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, dengan nilai F-hitung sebesar 27,444 dan signifikansi 0,000. Kompetensi dan lingkungan kerja fisik juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan kompetensi dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai memerlukan penguatan kompetensi, perbaikan lingkungan kerja fisik, dan peningkatan motivasi kerja secara terpadu.
Copyrights © 2026