Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pembelajaran musik tradisional berbasis budaya lokal dapat meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis di kalangan mahasiswa PGSD di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode Penelitian Campuran (Mixed Methods Research/MMR) dengan Desain Penjelasan Berurutan (Sequential Explanatory Design). Quasi-experimental design digunakan dengan membagi mahasiswa menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk memastikan data memenuhi asumsi yang diperlukan, dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS, termasuk uji-uji tersebut dan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pemahaman dan kontribusi kearifan lokal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas dan berpikir kritis mahasiswa PGSD, dengan kontribusi kearifan lokal menunjukkan pengaruh yang paling kuat terhadap kedua variabel tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang lebih mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa. Namun, meskipun pengaruh kearifan lokal bersifat positif, pengaruhnya tidak cukup signifikan untuk dianggap sebagai faktor utama
Copyrights © 2026