Perubahan lingkungan bisnis yang ditandai dengan pesatnya digitalisasi serta tuntutan keberlanjutan dalam transisi energi mendorong organisasi untuk melakukan penyesuaian tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada budaya kerja dan pengelolaan sumber daya manusia. Literatur menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi SDM mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data (Bondarouk & Brewster, 2016). Di sisi lain, budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif berperan penting dalam meningkatkan kinerja serta daya saing (Denison, 2012). Dalam konteks tersebut, agilitas karyawan menjadi kemampuan krusial yang mencerminkan kesiapan individu dalam menghadapi perubahan melalui sikap proaktif, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan (Sherehiy & Karwowski, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara transformasi budaya kerja dan digitalisasi SDM terhadap tingkat agilitas karyawan pada PT PLN (Persero). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Indikator yang digunakan meliputi budaya kerja (nilai adaptif, kolaborasi digital, kesadaran perubahan), digitalisasi SDM (efisiensi administrasi, kemudahan akses layanan, keakuratan sistem), serta agilitas karyawan (proaktivitas belajar, adaptabilitas, dan resiliensi). Temuan penelitian diperkirakan menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari transformasi budaya kerja dan digitalisasi SDM terhadap peningkatan agilitas karyawan.
Copyrights © 2026