Kesalahan pengucapan huruf Arab dalam pembacaan Al-Qur’an masih banyak ditemukan pada penutur non-Arab, khususnya yang memiliki latar belakang bahasa daerah. Perbedaan sistem fonologi antara bahasa Arab dengan bahasa Sunda dan Jawa menyebabkan terjadinya kesalahan dalam pelafalan huruf Arab, terutama pada huruf-huruf yang tidak memiliki padanan dalam bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan fonologis dalam pengucapan huruf Arab serta membandingkan kesalahan yang terjadi pada penutur bahasa Sunda dan Jawa di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penutur dewasa yang memiliki latar belakang bahasa Sunda dan Jawa. Data dikumpulkan melalui rekaman suara pembacaan Al-Qur’an dan wawancara secara daring. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologis yang dominan terjadi pada huruf tenggorokan, huruf tafkhim, huruf interdental, serta huruf qaf. Penutur bahasa Jawa cenderung melakukan substitusi bunyi secara tegas, seperti perubahan huruf qaf menjadi kaf, sedangkan penutur bahasa Sunda cenderung melakukan pelemahan bunyi atau penghilangan, seperti hilangnya bunyi ‘ain menjadi ain. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sistem fonologi bahasa ibu serta kebiasaan pengucapan yang telah terbentuk sejak dini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latar belakang bahasa daerah memiliki pengaruh terhadap kesalahan pengucapan huruf Arab dalam pembacaan Al-Qur’an, sehingga diperlukan latihan makhraj dan sifat huruf secara terarah untuk meningkatkan ketepatan pengucapan.
Copyrights © 2026