Artikel ini mengkaji program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kompetensi hissab al-faraid melalui strategi cepat menghitung waris bagi santri milenial di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan Denanyar Jombang. Pokok permasalahan kegiatan ini didasarkan pada kesenjangan antara penguasaan teori normatif santri yang sudah kuat dengan rendahnya keterampilan teknis perhitungan matematika waris, yang kerap memicu stigma bahwa disiplin ilmu tersebut rumit dan menakutkan. Tujuan kegiatan ini adalah merevitalisasi pemahaman faraid, mengenalkan metode perhitungan sistematis, serta membekali santri sebagai pemecah masalah kewarisan di masyarakat. Metode pendampingan yang diterapkan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action melalui metode akselerasi pembelajaran yang meliputi pemetaan diagnostik, visualisasi diagram pohon, penggunaan trik tabel ajaib, studi kasus kontekstual, dan bimbingan tutor sebaya. Hasil dan pembahasan menunjukkan terjadinya perubahan persepsi santri dari memandang faraid sebagai momok menjadi permainan logika yang menyenangkan, pemangkasan durasi pengerjaan kasus kompleks secara signifikan dengan akurasi tinggi, serta terbangunnya literasi digital syariah melalui validasi kalkulator berbasis aplikasi. Simpulan kegiatan ini menegaskan bahwa penerapan metode strategis dan visual terbukti efektif dalam mengakselerasi kompetensi teknis santri milenial sekaligus mempersiapkan kader ulama muda yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Copyrights © 2025