Transformasi digital menggeser komunikasi pemasaran dari penyampaian pesan satu arah menuju interaksi partisipatif yang berorientasi hubungan, namun kemampuan komunikator dalam menyampaikan pesan secara langsung belum ditempatkan sebagai bagian inti model pemasaran digital. Artikel ini bertujuan mengembangkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana komunikasi persuasif public speaking membentuk relasi konsumen dalam lingkungan digital. Kajian menggunakan pendekatan konseptual berbasis tinjauan literatur terarah terhadap 18 sumber dari Scopus, Web of Science, dan Garuda pada rentang 1986–2024, yang dianalisis melalui thematic synthesis dalam empat tahap: identifikasi dimensi komunikasi, identifikasi mekanisme persuasi, identifikasi mekanisme relasional, dan integrasi luaran pemasaran. Hasil sintesis menempatkan empat dimensi komunikasi persuasif — kredibilitas komunikator, kualitas pesan persuasif, interaktivitas digital, dan komunikasi emosional-humanis — sebagai anteseden trust dan customer engagement, yang selanjutnya membentuk relationship quality serta berujung pada customer loyalty dan customer advocacy. Model menghasilkan sepuluh proposisi yang dapat diuji secara empiris. Keterbatasan utama kajian ini adalah sifatnya yang konseptual sehingga hubungan antarkonstruk belum tervalidasi secara empiris, sintesis terbatas pada literatur berbahasa Inggris dan Indonesia, serta konteks industri dan platform belum dispesifikasi. Secara teoretis, artikel memperluas penerapan Elaboration Likelihood Model ke dalam kerangka relationship marketing; secara praktis, model menawarkan indikator keberhasilan komunikasi digital yang bergerak melampaui metrik perhatian. Kebaruan artikel terletak pada pemosisian public speaking sebagai kapabilitas komunikasi relasional yang strategis, bukan sekadar keterampilan berbicara di hadapan audiens.
Copyrights © 2026