Chintia Dewi Basuki
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cahaya Surya, Kediri, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Karakter dan Mentalitas Siswa Melalui Program Pondok Ramadhan di SMAN 1 Plemahan Shivy Indah Novisari; Ericha Lisa Wibowo; Chintia Dewi Basuki; Mukhamad Rinda Rifa’i; Mohammad Sulkifli
Aktualisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/akdimas.v4i1.8470

Abstract

This community service activity aims to strengthen the character and mental resilience of senior high school and vocational students through a guest lecturer program integrated into the Ramadan boarding school (Pondok Ramadhan) activities. The background of this program is based on the increasing need to develop students’ character, discipline, and mental readiness in facing future challenges, which are not yet fully addressed in formal education. This study employs a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of problem identification, planning, implementation, evaluation, and reflection stages. The program was conducted through interactive lectures, group discussions, and reflective sessions incorporating spiritual values relevant to the Ramadan context. The results indicate an improvement in students’ understanding of character values, increased learning motivation, and greater awareness of discipline and responsibility. In addition, students demonstrated high levels of enthusiasm and active participation throughout the program. This activity contributes to the holistic development of students by integrating cognitive, affective, and spiritual dimensions. Therefore, the guest lecturer program within the context of Ramadan activities can serve as an effective and contextual model of community engagement in supporting character development among youth.
Komunikasi Persuasif Public Speaking sebagai Kapabilitas Relasional dalam Pemasaran Digital: Sebuah Model Konseptual Chintia Dewi Basuki
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/5e7jqq08

Abstract

Transformasi digital menggeser komunikasi pemasaran dari penyampaian pesan satu arah menuju interaksi partisipatif yang berorientasi hubungan, namun kemampuan komunikator dalam menyampaikan pesan secara langsung belum ditempatkan sebagai bagian inti model pemasaran digital. Artikel ini bertujuan mengembangkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana komunikasi persuasif public speaking membentuk relasi konsumen dalam lingkungan digital. Kajian menggunakan pendekatan konseptual berbasis tinjauan literatur terarah terhadap 18 sumber dari Scopus, Web of Science, dan Garuda pada rentang 1986–2024, yang dianalisis melalui thematic synthesis dalam empat tahap: identifikasi dimensi komunikasi, identifikasi mekanisme persuasi, identifikasi mekanisme relasional, dan integrasi luaran pemasaran. Hasil sintesis menempatkan empat dimensi komunikasi persuasif — kredibilitas komunikator, kualitas pesan persuasif, interaktivitas digital, dan komunikasi emosional-humanis — sebagai anteseden trust dan customer engagement, yang selanjutnya membentuk relationship quality serta berujung pada customer loyalty dan customer advocacy. Model menghasilkan sepuluh proposisi yang dapat diuji secara empiris. Keterbatasan utama kajian ini adalah sifatnya yang konseptual sehingga hubungan antarkonstruk belum tervalidasi secara empiris, sintesis terbatas pada literatur berbahasa Inggris dan Indonesia, serta konteks industri dan platform belum dispesifikasi. Secara teoretis, artikel memperluas penerapan Elaboration Likelihood Model ke dalam kerangka relationship marketing; secara praktis, model menawarkan indikator keberhasilan komunikasi digital yang bergerak melampaui metrik perhatian. Kebaruan artikel terletak pada pemosisian public speaking sebagai kapabilitas komunikasi relasional yang strategis, bukan sekadar keterampilan berbicara di hadapan audiens.