Luka diabetik merupakan komplikasi dari diabetes melitus yang berdampak pada kondisi fisik dan psikologis pasien termasuk harga diri. Pasien yang menjalani proses perawatan panjang, keterbatasan mobilisasi dan perubahan citra tubuh membutuhkan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pada pasien luka diabetik di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi. Pendekatan yang digunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien diabetes melitus dengan luka diabetik yang menjalani rawat jalan di RSUD Kajen Pekalongan antara bulan Januari-Mei 2025 sebanyak 335 atau rata-rata perbulan sebanyak 67 orang. Sampel penelitian sebanyak 57 orang dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Analisa data univarian menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 52 orang (91,2%) mendapatkan dukungan keluarga cukup dan 45 orang (78,9%) mempunyai harga diri rendah. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pada pasien luka diabetik (p: 0,000; rho: 0,689). Dukungan keluarga berhubungan dengan harga diri pasien diabetes luka diabetik.
Copyrights © 2026