Pendahuluan: Manajemen konflik yang kurang efektif dapat berdampak pada menurunnya kerja sama tim, meningkatnya stres kerja, serta terganggunya pelaksanaan asuhan keperawatan. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kemampuan manajemen konflik adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta orang lain secara efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional dengan manajemen konflik pada perawat di RS NU Tuban. Metode: Metode yang digunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 62 sampel yang dipilih dengan cluster random sampling di RS NU Tuban. Hasil: Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat dengan nilai p = 0,000 < 0,05 dan nilai r = 0,635. Diskusi: Nilai koefisien korelasi menunjukkan kekuatan hubungan yang kuat dan bersifat positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan manajemen konflik pada perawat di RS NU Tuban. Semakin tinggi kecerdasan emosional dari responden, maka semakin baik manajemen konflik, begitu pun sebaliknya. Saran: Diharapkan rumah sakit dapat mempertahankan serta memperkuat kondisi positif yang telah dilakukan selama ini karena lingkungan kerja yang sehat dan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan hubungan antarrekan kerja terbukti dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan manajemen konflik dari perawat.
Copyrights © 2026