Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
Vol. 6 No. 1 (2026)

Faktor Risiko Kejadian Underweight Pada Anak Usia 6-59 Bulan: Studi Case-Control di Puskesmas Lebdosari

Hanna Damai Yolanda (Universitas Negeri Semarang)
Irwan Budiono (Universitas Negeri Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Belakang: Underweight pada balita usia 6–59 bulan masih menjadi masalah gizi yang signifikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Berbagai faktor seperti asupan zat gizi, penyakit infeksi, berat badan lahir, praktik pemberian makan, serta kondisi sosial ekonomi diduga berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lebdosari Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional case-control. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang memiliki balita usia 6–59 bulan yang dibagi menjadi kelompok kasus dan kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara dengan kuesioner terstruktur, serta data sekunder dari buku KIA. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian underweight pada balita. Hasil: Asupan energi (p=0,000), asupan protein (p=0,000), asupan lemak (p=0,000), asupan karbohidrat (p=0,000), riwayat penyakit infeksi (p=0,009), BBLR (p=0,007), riwayat ASI eksklusif (p=0,031), pendidikan ibu (p=0,049), pendapatan keluarga (p=0,042), kebiasaan makan utama (p=0,043), kebiasaan selingan (p=0,000), jumlah anggota keluarga (p=0,029), dan status sosial ekonomi (p=0,043) berhubungan signifikan dengan kejadian underweight. Analisis multivariat menunjukkan bahwa BBLR merupakan variabel bebas paling dominan (OR=11,213; 95% CI: 2,458–51,162), sedangkan penimbangan berat badan merupakan variabel perancu paling dominan (OR=12,659; 95% CI: 1,881–85,184). Kesimpulan: Kejadian underweight pada balita dipengaruhi oleh faktor asupan gizi, riwayat penyakit infeksi, berat badan lahir, praktik pemberian makan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Riwayat BBLR dan penimbangan berat badan merupakan faktor paling dominan yang meningkatkan risiko underweight pada balita usia 6–59 bulan di wilayah penelitian.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

IJPHN

Publisher

Subject

Public Health

Description

IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ...