Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak kurang dari anak seusianya. Sejak 3 tahun terakhir, kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Kayumas mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kayumas. Metode: Penelitian ini menerapkan desain case-control study, dengan jumlah sampel sebanyak 50 kasus dan 50 kontrol. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi berat badan lahir, panjang badan lahir, riwayat penyakit infeksi, ketahanan pangan rumah tangga, dan pola pemberian makan yang dikumpulkan melalui kuesioner. Sementara itu, tinggi badan balita diperoleh melalui pengukuran antropometri. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Tidak ada hubungan signifikan antara berat badan lahir (p-value = 0,387), panjang badan lahir (p-value = 0,070), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,659), dan ketahanan pangan rumah tangga (p-value = 0,610) dengan kejadian stutning. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting (p-value = 0,001). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pola pemberian makan. Peran ibu sangat penting dalam menerapkan pola pemberian makan yang baik agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat berlangsung optimal serta mencegah terjadinya stunting.
Copyrights © 2026