Desa Mandor merupakan salah satu desa yang sebagian besarmasyarakatnya mengandalkan penghasilannya dari perkebunan karet. Dalampengembangan dan peningkatan produksi tanaman karet, pemerintah telahberupaya memberikan suatu program bantuan yaitu program penyuluhan berupapenerapan teknologi PHT karet. Teknologi PHT yang diterapkan yaitu budidayatanaman karet secara sehat. Namun kenyataannya, di Desa Mandor merupakandesa yang memiliki rata-rata produksi terkecil dibandingkan desa-desa lain yaitu534,16 Kg/ Ha/ Thn. Adanya peran penyuluh sebagai fasilitator diharapkan agarpenerapan teknologi PHT dapat diterapkan sepenuhnya oleh petani. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran penyuluh dengan penerapanteknologi PHT oleh petani. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknikpengumpulan data menggunakan kuesioner dan diubah menjadi kuantitatif yangberbentuk data ordinal. Populasi dalam penelitian adalah semua petani yangmengikuti Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu yaitu 25 orang, sehinggapenelitian ini merupakan penelitian populasi. Metode analisis Sperman Rankuntuk mengetahui ada tidaknya hubungan peran penyuluh dengan penerapanteknologi PHT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dalampenerapan teknologi PHT yaitu 4 responden (16%) menyatakan kategori tinggi, 21responden (84%) menyatakan kategori sedang dan tidak ada yang menyatakankategori rendah ; penerapan teknologi PHT karet oleh petani yaitu tidak ada yangtermasuk kategori tinggi, 5 responden (20%) termasuk kategori sedang dan 20responden (80%) termasuk kategori rendah ; terdapat hubungan yang signifikanantara peran penyuluh perkebunan dengan penerapan teknologi PHT karet olehpetani dimana hasil uji korelasi Spearman Rank yaitu 0,582 dan nilai signifikan0,002.Kata kunci : peran penyuluh perkebunan, teknologi PHT, penerapan teknologiPHT
Copyrights © 2014