Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas pergerakan operasional di area apron Bandar Udara Internasional Kualanamu yang menuntut ketersediaan dan pengaturan ruang yang efisien, khususnya terkait keberadaan Ground Support Equipment (GSE). Permasalahan utama yang dijumpai di lapangan adalah masih terdapat GSE yang tidak segera dikembalikan ke Equipment Parking Area (EPA) setelah proses pelayanan pesawat udara selesai, terutama pada waktu operasional malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan operasional penempatan GSE oleh Apron Movement Control (AMC) serta dampaknya terhadap kelancaran operasional di area apron. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan metode kualitatif dilakukan untuk menggali informasi kontekstual mengenai proses pengawasan dan hambatan di lapangan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AMC telah menjalankan pengawasan melalui patroli rutin dan teguran, namun kepatuhan operator ground handling masih belum optimal. Keberadaan GSE yang tidak dikembalikan secara tepat waktu menyebabkan penyempitan ruang gerak kendaraan operasional, menambah beban pengawasan, dan memicu potensi bahaya (hazard). Kesimpulannya, ketidakdisiplinan dalam penempatan GSE berdampak signifikan terhadap efisiensi dan kelancaran manuver di apron. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah perlu adanya kajian mengenai sistem pelacakan (tracking) GSE berbasis teknologi untuk mempermudah unit AMC dalam melakukan monitoring aset ground handling secara real-time.
Copyrights © 2026