Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya berperan dalam menambah produksi perikanan tangkap perairan umum di Kalimantan Barat. Potensi sumber daya salah satu ikan di perairan Kecamatan Terentang yaitu ikan belut (Monopterus albus), didapatkan informasi bahwa produksi belut masih ditangkap dari alam dengan menggunakan alat pancing oleh para pencari belut. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek biologi reproduksi dari belut seperti rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), ukuran pertama kali matang gonad, pola pertumbuhan, dan sebaran frekuensi panjang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2021 sampai Maret 2022 menggunakan metode Purposive Sampling di area persawahan Desa Terentang Hilir dan Desa Sungai Radak Dua Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Rasio Kelamin belut jantan dan betina adalah 1 : 3,4. Belut jantan ditemukan berada pada TKG I sampai III dan betina berada pada TKG I sampai V. Nilai IKG stasiun 1 pada belut jantan 0,024 dan betina 9,250. Nilai IKG stasiun 2 pada belut jantan 0,133 dan betina 3,627.Ukuran pertama kali matang gonad belut stasiun 1 jantan pada panjang 51,00 cm dan berat 155,52 gr, pada betina panjang 37,33 cm dan berat 43,41 gr. Ukuran pertama kali matang gonad belut stasiun 2 jantan pada panjang 60,21 cm dan berat 308,29 gr, pada betina panjang 47,96 cm dan berat 121,32 gr. Pola pertumbuhan belut stasiun 1 jantan dan betina allometrik negatif, stasiun 2 pola pertumbuhan jantan dan betina allometrik positif. Sebaran frekuensi panjang belut terdapat 6 kelas kisaran panjang.Kata Kunci : kecamatan Terentang, belut, aspek reproduksi, pola pertumbuhan
Copyrights © 2022