Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Tanah Podsolik Merah Kuning memiliki beberapa permasalahan. Pupuk yang dapat digunakan yaitu Pupuk Hayati (bioboost) dan Pupuk KCl. Pupuk hayati adalah larutan konsentrat yang mengandung sel-sel beberapa jenis mikroorganisme hidup. Pupuk KCl adalah pupuk kimia yang mengandung unsur hara kalium 60% yang diperlukan tanaman bawang merah setelah unsur nitrogen dalam proses metabolisme tanaman Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk hayati dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah Podsolik Merah Kuning Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (P) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 cc/L, p2 = 10 cc/L, p3 = 15 cc/L dan faktor kedua yaitu pupuk KCl (K) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 = 150 kg/ha, k2 = 200 kg/ha, dan k3 = 250 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sehingga jumlah keseluruhan terdapat 144 tanaman Bawang Merah. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman 8 MST (cm), jumlah daun 8 MST (helai), jumlah anakan (batang), jumlah umbi perumpun (umbi), berat segar umbi (g), dan berat kering angin umbi (g). Adapun variabel penunjang, yakni suhu ( °C), kelembaban udara (%), dan curah hujan (mm). Berdasarkan hasil penelitian bawang merah pada tanah Podsolik Merah Kuning menunjukan bahwa pemberian Pupuk Hayati 10 cc/liter + Pupuk KCl 150 kg/hektar dan 200 kg/hektar merupakan dosis yang efektif terhadap jumlah umbi perumpun, dan berat basah umbi.
Copyrights © 2023