Pengembangan infrastruktur transportasi berperan strategis dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di pulau Timor, moda transportasi yang paling dominan yaitu bus AKDP yang memerlukan waktu tempuh 6-7 jam perjalanan sehingga diperlukan inovasi baru untuk meningkatkan konektivitas di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan kereta api sebagai moda transportasi baru di jalur Kupang-Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta mengidentifikasi tingkat minat masyarakat terhadap moda transportasi baru kereta api sebagai alternatif transportasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui survey dan pembagian kuesioner. Penilaian dalam survey ini menggunakan skala likert, serta analisis statistik untuk mengidentifikasi faktor pengembangan kereta api sebagai moda transportasi baru serta minat masyarakat akan moda transportasi baru tersebut. Berdasarkan hasil analisis, faktor yang mempengaruhi pengembangan kereta api sebagai moda transportasi baru yaitu faktor kebutuhan transportasi (39,6%), faktor pertumbuhan ekonomi (37,4%) dan faktor demografi (23,0%). Faktor yang mempengaruhi tingkat pengembangan moda transportasi baru berbasis rel memiliki koefisien determinasi 75,80%, yang berarti cukup tinggi bahwa terdapat potensi untuk dilakukan pengembangan moda transportasi baru berbasis rel (kereta api)
Copyrights © 2026