Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Suhu pada Campuran HRS-Base Menggunakan Filler Tanah Putih Terhadap Pengujian Marshall. Gloria Feronika Berutu; Judi K. Nasjono; John H. Frans
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.9781

Abstract

Hot Rolled Sheet- Base merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan lentur, jenis lapis perkerasan ini merupakan campuran merata antara agregat bergradasi senjang dengan aspal sebagai bahan pengikat. Dalam pelaksaannya aspal beton ini dibuat dalam keadaan panas, baik dalam tahap pencampuran maupun pemadatannya dilaksanakan pada temperatur tertentu. Aspal termasuk bahan thermoplastik di mana konsistensinya akan berubah apabila temperatur berubah, sehingga sifat campuran aspal akan berpengaruh terhadap hasil pengujian Marshall. Perkembangan penelitian tentang bahan konstruksi perkerasan jalan khususnya perkerasan lentur (flexible pavement) diarahkan pada usaha pemanfaatan material setempat dan disesuaikan dengan kondisi daerah di mana konstruksi pengerasan dilakukan. Tanah putih yang digunakan sebagai bahan pengisi pada campuran aspal. Berdasarkan geologi, Kota Kupang sebagian besar wilayahnya memiliki batuan gamping sehingga berpotensi sebagai sumber tanah putih.Tanah putih yang terdiri dari partikel-partikel halus dapat memenuhi persyaratan gradasi untuk sebagai filler. Maka dari itu maksud penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana variasi suhu campuran aspal HRS-Base yaitu: 110°C,120°C, 130°C, 140°C, 150°C dengan menggunakan tanah putih sebagai bahan pengisi. Penelitian ini adalah studi kasus dengan metode eksperimental. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa material tanah putih sebagai filler pada kadar aspal tertentu memenuhi spesifikasi berdasarkan hasil pengujian Marshall sehingga dapat digunakan sebagai material pada campuran aspal HRS-Base, di mana kadar aspal optimum yang diperoleh adalah 6,2%. Dengan kadar aspal optimum dibuat uji variasi suhu 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C. Hasil menunjukan suhu yang memenuhi spesifikasi berdasarkan hasil pengujian dan analisis Marshall pada campuran HRS-Base adalah suhu 120°C, 130°C dan 140°C.
Analisis Kinerja Ruas Jalan Akibat Kegiatan Komersial pada Ruas Jalan Niaga Larantuka (Studi Kasus : Ruas Jalan Niaga, Larantuka, Kab. Flores Timur) Maria Anastasia Oreng Koten; John H. Frans; Partogi H. Simatupang
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 , No.1, mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v6i1.25521

Abstract

Ruas Jalan Niaga Larantuka dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki intensitas kegiatan komersial yang cukup tinggi akibatnya sering terjadi kemacetan yang disebabkan oleh tingginya aktivitas samping jalan dimana banyak kendaraan yang parkir di badan jalan, pejalan kaki yang menyebrang jalan, kendaraan yang menaikan dan menurunkan penumpang dan bongkar muat barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja ruas jalan dan simpang jalan untuk mengetahui pengaruh kegiatan komersial terhadap kinerja ruas jalan Niaga Larantuka. Metode yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda dan analisis kinerja ruas jalan dengan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Volume lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Rabu sebesar 595 smp/jam, kapasitas jalan 1282 smp/jam, derajat kejenuhan sebesar 0,46 dengan tingkat pelayanan C. Diketahui bahwa hambatan samping akibat kegiatan komersial memiliki hubungan yang signifikan secara simultan terhadap volume kendaraan dengan akurasi r2 terbaik sebesar 81,8%.
Analisis Potensi Pengembangan Moda Transportasi Baru Berbasis Rel pada Rute Kupang-Atambua di Nusa Tenggara Timur - ATAMBUA DI NUSA TENGGARA TIMUR Maria Virginia Hedwich Nahak; John H. Frans; Tri M.W Sir
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 , No.1, mei 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v6i1.27033

Abstract

Pengembangan infrastruktur transportasi berperan strategis dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di pulau Timor, moda transportasi yang paling dominan yaitu bus AKDP yang memerlukan waktu tempuh 6-7 jam perjalanan sehingga diperlukan inovasi baru untuk meningkatkan konektivitas di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan kereta api sebagai moda transportasi baru di jalur Kupang-Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) serta mengidentifikasi tingkat minat masyarakat terhadap moda transportasi baru kereta api sebagai alternatif transportasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui survey dan pembagian kuesioner. Penilaian dalam survey ini menggunakan skala likert, serta analisis statistik untuk mengidentifikasi faktor pengembangan kereta api sebagai moda transportasi baru serta minat masyarakat akan moda transportasi baru tersebut. Berdasarkan hasil analisis, faktor yang mempengaruhi pengembangan kereta api sebagai moda transportasi baru yaitu faktor kebutuhan transportasi (39,6%), faktor pertumbuhan ekonomi (37,4%) dan faktor demografi (23,0%). Faktor yang mempengaruhi tingkat pengembangan moda transportasi baru berbasis rel memiliki koefisien determinasi 75,80%, yang berarti cukup tinggi bahwa terdapat potensi untuk dilakukan pengembangan moda transportasi baru berbasis rel (kereta api)