Stasiun kereta api sebagai simpul transportasi seringkali terjebak dalam desain yang masif dan kaku, yang berdampak pada ketidaknyamanan termal dan tekanan psikologis bagi penggunanya. Penelitian ini mengkaji penerapan dua pola desain biofilik, yaitu Thermal and Airflow Variability dan Presence of Water, pada perancangan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Gubeng Surabaya. Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan stasiun yang adaptif terhadap iklim tropis Surabaya melalui sirkulasi udara alami dan elemen air yang memberikan efek pendinginan serta ketenangan visual. Melalui metode analisis deskriptif kualitatif pada elemen desain fasad, skylight, dan integrasi lanskap air, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola biofilik ini mampu meningkatkan kualitas mikroklimat bangunan dan kesejahteraan psikologis pengunjung.
Copyrights © 2026