Inavonna Inavonna
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Arsitektur Kontekstual Pada Pengembangan Stasiun Cagar-Budaya Melalui Studi-Kasus Stasiun King’s Cross Dan Jatinegara Pada Stasiun Gubeng Rifqi Aufa Maharddika; Inavonna Inavonna; Punto Wijayanto
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu simpul transportasi utama yang memiliki nilai historis sebagai bangunan cagar budaya, namun menghadapi tantangan dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi modern tanpa menghilangkan identitas sejarahnya, sementara kajian arsitektur kontekstual pada bangunan adaptive reuse stasiun kereta api di Indonesia masih terbatas dan belum banyak mengintegrasikan aspek visual dan fungsional secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Stasiun Gubeng melalui pendekatan arsitektur kontekstual yang mempertimbangkan aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik studi preseden dan analisis deskriptif-komparatif pada King's Cross Railway Station dan Stasiun Jatinegara untuk mengeksplorasi pola integrasi bangunan bersejarah dengan fungsi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi infill development dan konsep mixed-use dapat diterapkan pada Stasiun Gubeng melalui penataan massa baru yang selaras dengan skala dan karakter visual bangunan lama, serta penambahan program ruang publik yang meningkatkan aksesibilitas dan aktivitas kawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan arsitektur kontekstual mampu menjembatani pelestarian nilai historis dan kebutuhan fungsi modern secara berkelanjutan pada bangunan stasiun cagar budaya.
Pendekatan Ekologis Pada Desain Bangunan Mice Di Kota Bandung Dengan Software Edge Building Paquitta Janice Ronan; Inavonna Inavonna; Punto Wijayanto
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan pendekatan ekologis terhadap penghematan energi pada desain bangunan MICE (Meetings, Incentives, Convention, Exhibition) di Kota Bandung dengan menggunakan tools EDGE Building sebagai alat evaluasi. Pendekatan ekologis dalam desain bertujuan mengurangi konsumsi energi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan studi literatur dan simulasi desain dengan perangkat lunak EDGE Building, yang merupakan platform standar global untuk menilai efisiensi energi, air, dan bahan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ekologis pada desain MICE dapat menghasilkan penghematan energi signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan arsitektur berkelanjutan di kawasan perkotaan seperti Bandung, khususnya pada bangunan publik yang berkaitan dengan aktivitas MICE.
Penerapan Thermal and Airflow Variability Serta Presence of Water Pada Pengembangan Stasiun Gubeng Surabaya Dafa Al Rahmad; Inavonna Inavonna; Julindiani Iskandar
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun kereta api sebagai simpul transportasi seringkali terjebak dalam desain yang masif dan kaku, yang berdampak pada ketidaknyamanan termal dan tekanan psikologis bagi penggunanya. Penelitian ini mengkaji penerapan dua pola desain biofilik, yaitu Thermal and Airflow Variability dan Presence of Water, pada perancangan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Gubeng Surabaya. Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan stasiun yang adaptif terhadap iklim tropis Surabaya melalui sirkulasi udara alami dan elemen air yang memberikan efek pendinginan serta ketenangan visual. Melalui metode analisis deskriptif kualitatif pada elemen desain fasad, skylight, dan integrasi lanskap air, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola biofilik ini mampu meningkatkan kualitas mikroklimat bangunan dan kesejahteraan psikologis pengunjung.
Implementasi Arsitektur Eco-Tech Melalui Konektivitas Stasiun-Mall Dan Urban Responses Pada Pengembangan Stasiun Surabaya Gubeng Regya Kurniawan; Inavonna Inavonna; Julindiani Iskandar
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 2 (2026): agustus
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan arsitektur Eco-Tech menyediakan solusi desain yang mengintegrasikan inovasi teknologi canggih dengan kesadaran lingkungan untuk menciptakan ruang bangunan yang berkelanjutan. Dalam konteks infrastruktur transportasi umum, penerapan prinsip-prinsip ini sangat penting untuk menghubungkan struktur dengan ekosistem perkotaan. Studi ini berfokus pada analisis penerapan pendekatan arsitektur Eco-Tech dalam pengembangan Stasiun Surabaya Gubeng, dengan penekanan pada dua prinsip utama yang dikemukakan oleh Catherine Slessor (1997), yaitu aspek Making Connection (membangun konektivitas) dan Urban Responses (tanggapan terhadap konteks perkotaan). Melalui studi ini, diharapkan dapat memberikan dasar konseptual dan perspektif baru dalam merancang stasiun kereta api besar yang modern, efisien secara teknologi, tetapi tetap menanggapi iklim lokal dan terhubung erat dengan tata ruang kota Surabaya. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengambilan data melalui observasi objek dan tinjauan literatur yang sesuai. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penguatan koneksi di antara moda dan perancangan tata massa yang menanggapi iklim serta bangunan cagar budaya di sekitarnya adalah kunci sukses implementasi Eco-Tech di daerah transit..